Showing posts with label alam. Show all posts
Showing posts with label alam. Show all posts

Tuesday, May 31, 2016

Sebuah Sejarah Baru Sedang Dibuat di Kampung Cirangkong, Purwakarta

West Side of Mount Parang

Sebuah sejarah baru sedang dibuat di kampung Cirangkong, Purwakarta, dari sebuah sudut dinding Gunung Parang di sisi barat.

Bercerita tentang semangat membangun kampung melalui usaha pariwisata, cerita sederhana dari anak-anak muda kampung yang mulai tersadar dengan potensi keindahan geografis alam di kampungnya.

Semangat ini menjalar dari komunitas warga yang berada di Kampung Cihuni, dan kini menjalar ke Kampung-Kampung lainnya yang ada di lingkar Gunung Parang.

Dari sebuah bengkel motor tempat 'nongkrong' anak-anak muda kampung sekitar, sebuah percikan api semangat berwirausaha dalam dunia pariwisata dipercikkan, yang akhirnya menyala membesar bagaikan api unggun.

Kini anak-anak muda Cirangkong, melanjutkan semangat menjaga Gunung Parang, sesuai dengan amanat yang disematkan Bupati Purwakarta, Bapak H. Dedi Mulyadi SH ke nama Badega Gunung Parang, yaitu Penjaga Gunung Parang untuk seluruh warga lingkar Gunung Parang.

Komunitas Badega Gunung Parang di Kampung Cirangkong, Desa Pasanggrahan, yang dikomandani oleh Apin, salah satu tokoh anak muda, menggerakkan beberapa rekan-rekannya antara lain, bajing, ucup, uyep, ukek, deden, dan dibantu beberapa anak muda dari kampung-kampung lainnya yang ada di lingkar Gunung Parang membuka lahan yang akan digunakan untuk wisata kuliner, wisata kampung, dan panjat tebing, dan via ferrata.
Lahan yang terletak persis di sisi barat Gunung Parang, kelak nantinya juga akan digunakan sebagai pusat pelatihan anak-anak muda untuk menjadi pemandu wisata di Gunung Parang.

Pembangunan Bale Semah

Semangat muda dan tenaga muda, inilah yang diperlukan untuk gerakan wisata di lingkar Gunung Parang.

Tanpa harus meminta-minta, dan modal dengkul, Badega Gunung Parang kembali membuat sejarah baru di Gunung Parang, Purwakarta.





Tuesday, December 23, 2014

Bangga jadi orang Purwakarta

Sebuah kebanggaan tersendiri jika anak-anak muda dari SMA Negeri 3 Sukatani, mengatakan mereka bangga memiliki Badega Gunung Parang sebagai tempat wisata yang berbeda di Purwakarta.

Berlatih di alam bersama SMA Negeri 3 Sukatani

Ditambah lagi mereka bisa berinteraksi dengan tamu-tamu internasional lainnya yang menginap di Badega Gunung Parang
Selain belajar di alam, mereka juga bisa belajar mengasah kemampuan bahasa inggrisnya disini dengan tamu-tamu lainnya.
Sebuah persahabatan antar bangsa pun terjalin dengan hangat disini, tidak membedakan suku, agama, ras, dan asal.

Semua melebur dalam kehangatan khas Badega Gunung Parang

Persahabatan antar bangsa terjalin dengan hangat disini

Monday, December 22, 2014

Belajar dan Bermain di Alam

SMK Negeri 3 Sukatani
Belajar di alam, sudah bukan lagi sebuah ekstra kurikuler, tetapi sebuah kebutuhan dalam mendidik para siswa untuk lebih mengenal alam sekitarnya.
Demikian yang dilakukan oleh para Siswa SMK Negeri 3 Sukatani, mereka menghabiskan waktu akhir pekannya di Badega Gunung Parang untuk belajar dan bermain.

Thursday, October 2, 2014

Belajar Di Alam Liar Gunung Parang

Untuk kesekian kalinya Badega Gunung Parang kedatangan tamu anak-anak muda, kali ini dari SMK AL FALAH Jakarta.
Mereka bukan sekedar berlibur, kali ini mereka datang untuk belajar dan berlatih bersama dalam program Management By Nature yang memang khusus didesain oleh Badega Gunung Parang.

Peserta yang berjumlah 120 orang ini, selama dua hari satu malam, ber "blangsak" ria (istilah kami untuk berpetualang habis-habisan) di kaki Gunung Parang.

Sungguh diluar dugaan, anak-anak muda kota besar Jakarta, yang notabene berada dalam kemapanan dan selalu dekat dengan beragam gadget, kini harus kembali dengan keterbatasan ke dasar bersama alam, dan ternyata mereka menyukainya!

Program Management By Nature yang dilakukan lebih mengasah anak-anak muda ini menggunakan imajinasi dalam setiap mengambil keputusan dan bekerjasama dalam segala keterbatasan kondisi dan lingkungan disini.
Sehingga kreatifitas diperas habis-habisan disini.

Alam Gunung Parang pun turut melatih mereka dengan kerasnya, pasokan air yang terbatas tidak menyurutkan mereka terus beraktifitas.
Semua diambil hikmahnya, karena setiap tindakan ada pembelajaran.

Program ini bukan sekedar program 'outbond' yang biasa diselenggarakan, tapi terselip disana sebuah harapan di masa depan anak-anak muda ini memiliki setitik dasar untuk berani menghadapi hidup dan harus lebih dari sekedarnya dengan menggunakan imajinasi tanpa batas.