Thursday, July 30, 2015

Alamat Website Baru !

Jangan bingung jika anda menemukan alamat yang berbeda di internet untuk website Badega Gunung Parang, yang saat ini anda kunjungi.

Kami sengaja membuat 2 alamat website untuk memudahkan anda mengingat kami di internet, 

Alamat pertama adalah http://kampungcihuni.blogspot.com

Dan alamat kedua adalah http://badegaparang.blogspot.com

Semua isi dari situs tersebut adalah sama, hanya saja akan menambah ruang media penyimpanan foto-foto dan video dari kami yang semakin hari semakin membludak.

Sengaja situs ini kami buat sesederhana dan seinformatif mungkin, agar anda dan semua orang yang ingin mengetahui tentang Badega Gunung Parang dan daerah sekitarnya dapat mengaksesnya, walau hanya menggunakan handphone yang paling sederhana sekalipun atau menggunakan jaringan internet terbatas.

Selamat mengeksplorasi situs kami ini.

Alamat website http://badegaparang.blogspot.com

Wednesday, July 8, 2015

Kuliner Kampung Yang Bikin Kangen

Sate Marannggi dan Kelapa Muda Khas Badega Gunung Parang

Sekarang kamu bisa memanjakan lidah dan perutmu untuk menikmati sajian kuliner khas Purwakarta, mulai dari Sate Maranggi, Ikan Bakar, Nasi Liwet, Ketan Bakar sampai Kelapa Muda, bahkan beberapa makanan khas kampung yang mungkin sekarang sudah tidak dijual di pasar.

Semua makanan kampung di seluruh Purwakarta, kini mulai satu persatu mulai disajikan disini sesuai dengan konsep Badega Gunung Parang sebagai wisata adat, budaya, dan petualangan di Purwakarta.

Tidaklah mudah untuk menggerakkan orang kampung untuk menyajikan makanan tradisional yang biasa mereka makan untuk para tamu, karena mereka terbiasa menyajikan hanya untuk keluarga bukan untuk dijual.
Dan kini Badega Gunung Parang mengajak mereka yang berani dan kreatif di kampung untuk bersama-sama menggerakkan ekonomi desanya melalui kuliner kampung.

Kini semua tergantung selera, mau mencoba tantangan petualangan kuliner?

Datanglah ke Badega Gunung Parang

Thursday, July 2, 2015

Membangun peradaban baru di Badega

Bale Besar

Perlahan tapi pasti, melalui tangan-tangan kekar dan dingin para tenaga kampung, Badega Gunung Parang mulai berbenah diri dengan menambah beberapa fasilitas infrastruktur di lokasi wisata Badega Gunung Parang, Purwakarta, Indonesia.

Mulai dari rumah-rumah adat sunda sampai dengan Bale Besar yang nantinya digunakan untuk beragam acara budaya nantinya, sepenuhnya dibangun menggunakan bahan-bahan alami, mulai dari kayu, ijuk, bambu, kirai, dan bebatuan sungai.


Rumah Adat Sunda

Pembangunan ini sepenuhnya tidak terlepas dari tangan dingin dan dukungan penuh Bupati Purwakarta Bapak H. Dedi Mulyadi SH, yang dari awal Badega Gunung Parang berdiri dan diresmikan sampai sekarang terus menerus konsisten mendukung gerakan wisata dan budaya di sekitar Gunung Parang dan Purwakarta secara keseluruhan.
Patut diacungi jempol untuk Bapak H. Dedi Mulyadi SH, ditengah kesibukannya yang seabreg, ternyata beliau masih meluangkan waktu untuk memikirkan perkembangan Badega Gunung Parang.

Infratruktur yang sedang dibangun sekarang, konsep dasarnya adalah mengadopsi bangunan adat sunda, namun ditambah dengan sentuhan tradisional dari beragam adat dan budaya nusantara pada beberapa bagian lainnya.


Bale Besar yang berada di kaki Gunung Parang

Kesederhanaan dan alami adalah semangat dasar dan menjadi bahasa baku dari seluruh bangunan yang ada disini.
Pembangunan tahap kedua di Badega Gunung Parang, seperti membangun sebuah peradaban baru di kaki Gunung Parang.

Tertarik? Tunggulah beberap waktu lagi untuk peresmiannya, karena proyek ini sedang dikebut untuk penyelesaian sebelum akhir tahun ini.


---------

Build a new civilization in Badega

Slowly but surely through cold and muscular hands, Badega Gunung Parang begin to improve itself by adding a number of infrastructure facilities at their locations, near Mount Parang, Purwakarta, Indonesia.

Ranging from Sundanese homes up with Bale that will be used for a variety of cultural events will be, entirely built using natural materials, ranging from wood, fibers, bamboo, long strip, and river rocks.


All infratructure using natural material

This development can not be separated entirely from the cold hand and full support of Purwakarta Regent Mr. H. Dedi Mulyadi SH, which from the beginning Badega Gunung Parang stand and formalized until now continuously consistently supported movement and cultural tour around Mount Parang and Purwakarta overall.
Admirable for Mr. H. Dedi Mulyadi, SH, amid the preoccupations which super busy, it turns out he is still taking time to think about the development Badega Gunung Parang.

Infrastructure that is being built now, the concept is essentially adopting Sundanese traditional building, but coupled with traditional touches of diverse customs and culture of the archipelago in some other parts.


the concept is essentially adopting Sundanese traditional building

Simplicity and natural is the basic spirit and become the standard language of all the buildings that are here.
Construction of the second stage in Badega Gunung Parang, such as building a new civilization in the foothills of Mount Parang.


Interested? Wait be some time again for the inauguration, because the project is being accelerated for completion before the end of this year.







Wednesday, June 3, 2015

Bermalam di dinding Gunung Parang, Mau Coba?

Mau tahu rasanya bergelantungan ria di dinding Gunung Parang, ini ceritanya dari tamu kita, Rahmat Hadi, dari Jakarta



Mau cobain  sensasi yang tidak biasa ini ?

Galeri Foto Terbaru dari Badega Gunung Parang

Bukan Sembarang Film Dari Para Tamu Tentang Kita

Ingin tahu beragam cerita dan kekonyolan yang dibuat tamu kami selama mereka berpetualang di Badega Gunung Parang, lihat Video-video yang dibuat oleh mereka disini.



Video oleh : HappyCamp 2015



Video oleh : Kawasaki Ninja Club Jakarta




Video oleh : KaneProject


Video oleh : Badega Parang


Kita tunggu video-video yang lain dari anda tentang Badega Gunung Parang !

Monday, May 25, 2015

Trailer Air Mata Fatimah, tayang di YouTube!


Sebuah cerita tentang kesabaran, keiklhasan dan ketabahan dari seorang anak manusia.
Semua terangkum dalam sebuah maha karya "Air Mata Fatimah" yang mengambil lokasinya di Badega Gunung Parang, Purwakarta, Indonesia.

Sedikit banyak dan diakui atau tidak, benang merah cerita ini hampir menyerupai perjalanan Badega Gunung Parang membangun mimpinya sampai hari ini di kaki Gunung Parang.

Saksikan trailernya di You Tube !




Thursday, May 14, 2015

Pembuatan Film “Air Mata Fatimah” di Badega Parang



Para bintang film "Air Mata Fatimah"

Setelah beberapa kali survey ke lokasi Badega Parang, akhirnya tim produser film Air Mata Fatimah memutuskan untuk menggunakan seluruh lokasi Badega Parang untuk menyelesaikan pengambilan film yang bertemakan religi ini.

Sungguh suatu kehormatan bagi kami akhirnya Gunung Parang dikenal oleh para sineas perfilman di tanah air lewat produksi film Air Mata Fatimah, yang rencananya akan ditayangkan pada akhir bulan Ramadhan tahun 2015 ini.

Para "Kiai" difoto dulu sebelum diambil gambarnya
Film yang disutradarai oleh Oka Mahadi bergenre drama religi, diperankan oleh Reza Pahlevi, Jajang C Noer, Anindhika Widya, Oka Sugawa, Dwi Andhika, Reyhan Misscel 2014, Violeta Mongi, Vikri Rasta, Yafi Tessa, Jian Batari dan Dwi Sartika finalis misscel 2014.

Dari rencana 3 hari pengambilan gambar di Badega Parang, akhirnya kru dan artis menghabiskan waktunya selama 14 hari tinggal di Badega, dikarenakan pengambilan gambar dilakukan pada saat puncak musim hujan pertengahan Februari 2015 di wilayah Gunung Parang dan sekitarnya.

Selama dua minggu, Badega Parang sudah seperti Hollywood-nya Indonesia, ketika para artis dan kru film berkumpul dan berbaur bersama-sama penduduk kampung. Dan seperti mimpi di siang bolong, ketika penduduk kampung yang notabene hanya tahu artis-artis dari televisi dan film, kini tinggal dan hidup sehari-hari dengan cara kampung bersama warga kampung Cihuni dan Cisarua.


Proses Pengambilan Gambar di Badega Parang

Tidak ada perbedaan dan cara layanan khusus untuk para artis-artis ini, karena kami menyediakan pelayanan dan akomodasi seperti pada umumnya yang diberikan kepada tamu-tamu lain.
Syuting Air mata Fatimah di Badega Parang

Di awal memang sudah disepakati bersama produser, bahwa kami tidak bisa menyediakan hal-hal yang aneh jika diminta oleh para artis, tetapi kami hanya bisa menyediakan layanan ala kampung, dan sensasi berpetualang disini, serta atmosfir kampung dan budaya sunda jaman dulu.
Vikri Rasta, salah seorang artis dan juga komedian kreatif, bahkan mencoba program Belajar Panjat Tebing di Tower 2 Gunung Parang, dan ujung-ujungnya ketagihan juga untuk mencoba dinding Tower 2 sampai dengan pitch 9 (Teras Besar / 500 mtr). Sebuah awal yang bagus untuk seorang pemula yang tidak bisa dan baru mengenal panjat tebing.

Ke depan beberapa sineas berencana untuk membuat beberapa produksi film dan sinetron di sekitar lingkar Gunung Parang, melihat kondisi alam dan lingkungan Gunung Parang masih alami.
Dan bukannya tidak mungkin suatu ketika sekitar lingkar Gunung Parang menjadi sebuah studio alam raksasa, kita lihat saja nanti.


Film Air Mata Fatimah oleh OK Mahadi

Dwi Andhika dan kawan-kawan

Jujur saja, lokasi Badega Gunung Parang bukan apa-apa dibandingkan lokasi wisata lainnya yang sudah punya nama di Jawa Barat, bahkan di Indonesia. 

Inilah kami dengan apa adanya !

Friday, January 30, 2015

Ayo Belajar Panjat Tebing !

Belajar Teknik Belay


Jika kamu ingin belajar panjat tebing, maka disini tempatnya!

Disini kami akan berbagi ilmu tentang panjat tebing dan beragam tips dan triknya dengan kamu dalam satu paket pembelajaran yang praktis dan tidak pakai rumit.

100% pembelajaran dilakukan langsung di tebing dinding gunung Parang.
Materi yang diajarkan mencakup keseluruhan seluk beluk dan teknik panjat tebing, penyelamatan vertikal, sampai dengan ekspedisi di tebing.

Bigwal Cimbing Course

Paket belajar panjat tebing Badega Gunung Parang dikemas dalam 4 hari 3 malam, yang memungkinkan kamu untuk mendalami dunia panjat tebing.

Dan setelahnya, kamu akan diajak untuk mengaplikasikan semua yang dipelajari dalam ekspedisi kecil panjat tebing di Gunung Parang.

Paket Belajar Panjat Tebing seharga Rp.500,000 sudah termasuk sertifikat + tshirt + course book + peralatan panjat tebing + instruktur.

Kami hanya membatasi 1 kelas berisi max. 5 orang dalam setiap 'class session'.
Sehingga kami bisa memonitor perkembangan dan pembelajaran kamu secara langsung.

Ayo tunggu apa lagi?
Hubungi HOTLINE BADEGA +62 8787 470 8230

Thursday, January 29, 2015

Disini Setiap Orang Bisa Memanjat Tebing

Welcome to Badega Gunung Parang's Climbing Playground



Banyak yang mengira olahraga panjat tebing adalah olahraga yang sulit dan berbahaya.
Dikatakan sulit jika kita melihatnya dari kacamata umum, tetapi tidak bagi yang mau mempelajari teknik dasar.

Everyone can climbing here


Dikatakan berbahaya jika kita tidak mematuhi prosedur keamanan yang berlaku di olahraga ini.

Di Badega Gunung Parang, semua teknik dasar sampai teknik yang paling ekstrim di dunia panjat tebing diperkenalkan agar semua orang tahu dan paham setiap resiko yang timbul nantinya.

Fun Climbing


Tidak perlu takut, karena anda akan ditemani oleh para instruktur yang berpengalaman dan mereka tahu sampai sebatas mana anda mampu memanjat.

Tidak peduli siapa anda, kami akan ajak anda memanjat tebing dengan menyenangkan.

Selamat datang di tanah para pemanjat tebing !