Showing posts with label bigwall. Show all posts
Showing posts with label bigwall. Show all posts

Thursday, August 13, 2015

Ada Kursus Gratis Panjat Tebing di Badega

Semenjak awal berdiri sampai saat ini, sudah beberapa kali Badega Gunung Parang memberikan kursus panjat tebing bagi para pemula, belajar mulai dari cara memanjat tebing sampai dengan belajar mengelola ekspedisi panjat tebing di tebing yang sebenarnya.

Since the beginning of its establishment until today, has several times Badega Mount Parang give rock climbing courses for beginners, learn from the climbing techniques up to learn to manage climbing expedition in the bigwall.

Simulasi manajemen tali dan tambatan sebelum praktek di tebing sebenarnya 

Kali ini Badega Gunung Parang sengaja memberikan kursus gratis panjat tebing bagi para anak-anak muda Purwakarta dan sekitar gunung Parang untuk lebih mengenalkan dunia panjat tebing, disamping menggali potensi dan bakat terpendam mereka untuk meneruskan dan mengelola Badega Gunung Parang di masa mendatang.

This time Badega Gunung Parang intentionally provide a free rock climbing courses for young children from Purwakarta and surrounding mountains Parang to introduce the world of rock climbing, as well as explore their latent potential and talent to continue and manage Badega Gunung Parang in the future.


Peserta Bigwall Climbing Course (Special Program Batch 1)

Awalnya sempat ragu juga untuk memberikan kursus gratis ini, karena selain tidak memiliki dana, juga  tidak ada dukungan sponsor, serta keterbatasan instruktur, akhirnya kursus gratis ini dijalankan juga, namun dengan membatasi jumlah peserta, agar tidak terlalu membludak.
Tidak ada yang tidak mungkin disini, semua jika dilakukan dengan ikhlas, pasti ada jalan, itu yang kami pegang dari awal.

Initially also hesitated to provide free courses, because in addition to not having the funds, nor is there any sponsor support, as well as the limitations of the instructor, finally free course is run as well, but by limiting the number of participants, so as not too booming.
Nothing is impossible here, all if done with sincerity, there is a way, that we hold from the beginning.

Belajar mengelola peralatan panjat tebing

Akhirnya kursus gratis ini bisa berjalan dengan lancar, bahkan para peserta sangat antusias mengikuti program ini, yang rencananya akan terbagi dalam 3 session dan berakhir nanti tanggal 1 Januari 2016.

Finally free course can run smoothly, even the participants were very enthusiastic about joining the program, which will be divided into 3 sessions and ended later date of January 1, 2016.


Simulasi pemanjatan malam hari 

Bukan karena gratis kemudian program kursus ini diberikan asal-asalan, malah kursus ini didesain sedemikian rupa sehingga diharapkan mereka yang berhasil lulus nanti, bisa memahami panjat tebing bukan ala kadarnya, tetapi diharapkan mereka mampu untuk menjadi guide atau instruktur di Badega Gunung Parang.

Not because it is free then program these courses are given at random, even these courses are designed such that they expected a successful graduate can understand rock climbing not perfunctory, but they are expected to be able to guide or instructor in Badega Mount Parang.

Photos Bigwall Climbing Course - Special Program Batch 1 (2015)




Friday, January 30, 2015

Ayo Belajar Panjat Tebing !

Belajar Teknik Belay


Jika kamu ingin belajar panjat tebing, maka disini tempatnya!

Disini kami akan berbagi ilmu tentang panjat tebing dan beragam tips dan triknya dengan kamu dalam satu paket pembelajaran yang praktis dan tidak pakai rumit.

100% pembelajaran dilakukan langsung di tebing dinding gunung Parang.
Materi yang diajarkan mencakup keseluruhan seluk beluk dan teknik panjat tebing, penyelamatan vertikal, sampai dengan ekspedisi di tebing.

Bigwal Cimbing Course

Paket belajar panjat tebing Badega Gunung Parang dikemas dalam 4 hari 3 malam, yang memungkinkan kamu untuk mendalami dunia panjat tebing.

Dan setelahnya, kamu akan diajak untuk mengaplikasikan semua yang dipelajari dalam ekspedisi kecil panjat tebing di Gunung Parang.

Paket Belajar Panjat Tebing seharga Rp.500,000 sudah termasuk sertifikat + tshirt + course book + peralatan panjat tebing + instruktur.

Kami hanya membatasi 1 kelas berisi max. 5 orang dalam setiap 'class session'.
Sehingga kami bisa memonitor perkembangan dan pembelajaran kamu secara langsung.

Ayo tunggu apa lagi?
Hubungi HOTLINE BADEGA +62 8787 470 8230

Thursday, January 29, 2015

Disini Setiap Orang Bisa Memanjat Tebing

Welcome to Badega Gunung Parang's Climbing Playground



Banyak yang mengira olahraga panjat tebing adalah olahraga yang sulit dan berbahaya.
Dikatakan sulit jika kita melihatnya dari kacamata umum, tetapi tidak bagi yang mau mempelajari teknik dasar.

Everyone can climbing here


Dikatakan berbahaya jika kita tidak mematuhi prosedur keamanan yang berlaku di olahraga ini.

Di Badega Gunung Parang, semua teknik dasar sampai teknik yang paling ekstrim di dunia panjat tebing diperkenalkan agar semua orang tahu dan paham setiap resiko yang timbul nantinya.

Fun Climbing


Tidak perlu takut, karena anda akan ditemani oleh para instruktur yang berpengalaman dan mereka tahu sampai sebatas mana anda mampu memanjat.

Tidak peduli siapa anda, kami akan ajak anda memanjat tebing dengan menyenangkan.

Selamat datang di tanah para pemanjat tebing !

Wednesday, December 10, 2014

Akhir Dari Perjalanan Keliling Dunia

Sabrina, Tower 3, Mt. Parang


Siapa mengira jauh-jauh dari Jerman dan bekerja di Australia, dan pada akhirnya berlabuh di Badega Gunung Parang untuk mengakhiri perjalanan keliling dunianya di tahun 2014.
Seorang gadis, cantik dan masih muda, 23 tahun, namanya Sabrina, membuat sebuah kejutan dan warna baru di tempat kami, dalam beberapa minggu dia tinggal disini.

Sabrina on Pitch 3, Mt. Parang, Badega Gunung Parang, Indonesia

Dimulai dari kedatangannya yang tiba-tiba tanpa ada informasi sama sekali, dan terdampar di Stasiun Kereta Api, Bandung, dan kesasar di Wanayasa setibanya di Purwakarta.
Beruntung sekali, dia diantar oleh Petugas Keamanan Stasiun Kereta Api Purwakarta yang baik hati sampai di tempat kami dengan selamat.

Awalnya dia mengungkapkan ingin memanjat Gunung Parang, namun membawa peralatan yang minim serta seorang diri, dan hanya tinggal beberapa hari di Badega Gunung Parang.
Setelah mengisi formulir pendaftaran tamu, kami menyarankan dia untuk beristirahat dan melupakan kesulitan yang dia tempuh beberapa hari ini selama di Indonesia.

Mushroom Park, once in a year, she is really lucky.

Hari demi hari dilalui di Badega Gunung dengan memanjat dan hanya memanjat ditemani oleh guide kami. Dan hanya beberapa hari libur digunakan untuk jalan-jalan bersama kami ke Garut dan Bandung sekedar melepas lelah dan rutinitas memanjat.
Namun sekali lagi, gadis ini tampaknya lebih suka menyendiri di Badega Gunung Parang dan asyik dalam dekapan alam Gunung Parang.

Dan Sabrina memang membawa warna tersendiri bagi kami dan semua orang, termasuk rekan-rekan dari KOPASUS yang sedang berlatih di Gunung Parang.
Sepertinya tidak ada batasan lagi antara dia sebagai tamu dan kami disini, semua bergembira bersama di malam perpisahan rekan-rekan KOPASUS, dan Sabrina adalah bintangnya !

She is a Star !

Tidak terasa, waktupun cepat berlalu, sudah hampir dua minggu, dan Sabrina harus kembali ke Jerman karena visa kunjungannya akan habis dua hari lagi, dan kamipun mengantarnya kembali ke Stasiun Bandung untuk membeli beberapa oleh-oleh dan langsung bertolak ke Jakarta menggunakan kereta api.
Dan mengakhiri perjalanannya keliling dunia di tahun 2014.

Setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan, namun di hati kami, Sabrina seorang gadis muda Jerman, memberikan perspektif baru kepada kami tentang sebuah ikatan persahabatan yang tulus, bukan hanya sekedar tamu.

Selamat jalan, sampaikan salam kami kepada keluarga di rumah !

Auf Wiedersehen !

Thursday, November 13, 2014

Repotnya membuat film tentang panjat tebing

Tidak terbayangkan sebelumnya kedatangan rombongan dari Perancis untuk memanjat dan membuat film tentang panjat tebing di Gunung Parang.
Awalnya banyak sekali permintaan dan pertanyaan yang harus direspon, namun akhirnya kami bisa mengatasinya.


Betapa repotnya membuat film di atas dinding Gunung Parang

Dan rombongan yang dipimpin oleh Bastien akhirnya tiba di Badega Gunung Parang, dan beberapa orang lagi baru tiba malamnya.
Rombongan yang tiba pagi hari sudah langsung menuju kaki dinding Gunung Parang setelah mereka membongkar semua peralatan yang dibawa, sebagian peralatan lagi mereka menyewa dari kami.


Camera "ACTION !"

Diskusi demi diskusi kecil dilakukan untuk pemanjatan yang sempurna, dan sungguh suatu pelajaran buat kita disini, apapun langkah yang dilakukan harus dipikirkan matang-matang.
Kerepotan demi kerepotan yang timbul di atas tebing, tidak membuat mereka panik, namun tetap tenang.
Ini terjadi ketika mereka tidak membawa 'head lamp' ketika hari sudah mulai gelap, mereka menggantinya dengan lampu 'blitz / speed light' kamera kecil untuk mengecek ulang peralatan panjat sebelum mereka turun.


Memulai pemanjatan

Malamnya rombongan dari Perancis ini menikmati nasi liwet dan makanan kampung yang disajikan, dan satu persatu mengucap selamat malam untuk beranjak ke peraduan.



Bienvenue mon ami au Badega Gunung Parang

Welcome to Badega Gunung Parang !

RockParty at Mount Parang


If you love climbing, so Mount Parang at Purwakarta, Indonesia, is one of the Bigwall at Asia that you should try it.
You will find out more slab, crag, and small grip and pocket on face during climbing there. Various routes and grades will be found here, starting from 5.8 (5) to 5.14 (9), all in one bigwall.
Or if you have more time, you can spending there for open new route or more, it's yours!

Let's pack and go here !

So, what you waiting for, let's pack and go here!

Saturday, November 1, 2014

私たちの家へようこそ

Welcome to Badega Gunung Parang for Yamaki-San and Friends,

Jauh-jauh dari negara Jepang, mencoba pengalaman baru di dinding Gunung Parang dan tanpa kenal usia mereka menghabiskan akhir pekannya di Tower 2 dan Tower 3.
Benar-benar gila, dan patut ditiru semangat juang mereka masing-masing.

Di akhir hari, mereka mencoba untuk merasakan buah asli orang sunda, Jengkol!
Di makan mentah dan beragam ekspresi dan ungkapan keluar, dan tidak dinyana, ternyata mereka menyukainya.

Apapun alasan dan tujuan anda, kami menghaturkan terima kasih telah berkunjung di Badega Gunung Parang.

Yamaki-san and Friends

Their Package so simple

Trying sundanese fruit is 'Jengkol'

Playing 'Egrang', a sundanese kid toy



Sunday, October 12, 2014

From Singapore to Badega With Love

Cuaca musim kemarau tidak menyurutkan tamu kita, pasangan dari Singapura dan Amerika, yaitu Linda dan Eric yang jauh-jauh datang dari Singapura ke Badega Gunung Parang. Tujuan mereka hanya satu, memanjat dan memanjat 

Linda on T2 Mount Parang

Dari seminggu yang lalu mereka sudah meminta lewat email kepada kita untuk menjemput di salah satu hotel di Jakarta, dan ketika pagi itu kita menjemputnya, tampaknya mereka sudah benar-benar siap untuk "Blangsak" (kata lain dari kita untuk berpetualang habis-habisan) di Gunung Parang.

Hari pertama dilalui oleh mereka dengan melahap jalur pemanjatan di Tower 3, dan sungguh diluar dugaan, ternyata mereka benar-benar menyukai alam Gunung Parang, meski di musim kemarau ini dan tidak banyak menyuguhkan pemandangan yang hijau, tetapi tetap spektakuler.

Linda & Eric, from Singapore to Badega with love

Dan di hari berikutnya, mereka mencoba untuk memanjat di jalur pemanjatan Tower 2, dan kedua sejoli ini tampak asyik menikmati pemanjatan di atas sana.

Ketika ditanya kenapa jauh-jauh mau datang kemari? Mereka menjawab ingin mendapat sensasi lain memanjat sebuah gunung batu yang terbesar di Indonesia ini. Dan selain itu gunung batu seperti ini hanya ada di Amerika ataupun Eropa, tetapi tidak di Asia.
Jadi mereka cukup bangga sudah bisa memanjat Gunung Parang, yang menjadi ikon dunia panjat tebing di Indonesia.

Linda moving on Tower 2 Mount Parang

Tanpa disadari, waktu untuk pulang sudah tiba. Dan saatnya kami harus kembali berpisah dengan tamu kita.
Sampai jumpa lagi di lain waktu Linda dan Eric, semoga kalian puas selama disini dan terus mencintai sampai akhir hayat !

Wednesday, September 3, 2014

Dari Itali hanya untuk Gunung Parang

Giacommo on Mt Parang

Sebuah email terlihat di kotak masuk dengan judul subyek yang cukup aneh, awalnya dikira email SPAM, ternyata email dari seorang yang bernama Giacommo Vioretti dari Itali yang menanyakan tentang Gunung Parang.

Singkat kata, korespondensipun berlangsung antara kami dengan teman baru dari Itali ini, Giacommo, yang ingn berkunjung ke Gunung Parang dan memanjatnya, namun sayangnya semua peralatannya tertinggal dinegaranya, dan dia saat ini berada di Singapura untuk transit, dia ingin mencari penyewaan alat panjat tebing di Indonesia.
Hal yang tidak terlalu sulit untuk kami penuhi, karena Badega Gunung Parang memiliki beberapa set peralatan panjat tebing dari ‘hibah’ beberapa pemanjat, dan sengaja untuk disewakan.

Tepat pada waktunya, kami menjemput Giacommo langsung dari Bandara Internasional Cengkareng. Betapa terkejutnya kami, karena tidak menyangka Giacommo adalah seorang yang jauh dari postur pemanjat yang biasanya berdandan berantakan, namun dia sangat rapih seperti eksekutif muda. Dengan sopan kami menyapanya, dan langsung membawanya menembus kemacetan Jakarta langsung ke Badega Gunung Parang di Purwakarta.

Pagi-pagi sekali setelah sarapan pagi ala kampung, dia terlihat semangat meminta salah satu guide panjat tebing kami untuk menemaninya memanjat dinding tower 3, dan terlihat diatas sana mereka berdua sangat menikmati pemanjatan hari ini.

Malampun menjelang, setelah makan malam dengan nasi liwet yang hangat, tamu kami yang cukup ganteng ini terlihat sudah bergabung dengan para Badega (sebutan kami kepada warga kampung yang bertugas melayani tamu) mengobrol dan bercanda, dan malam itu kehangatan antar bangsa dan kekacauan bahasa menjadi penghibur kami semua.

Pagi sekali, Giacommo dan guide kami sudah menuju dinding tower 2 untuk mencoba jalur pemanjatan disana, namun sayang sekali cuaca sangat tidak mendukung, hujan turun dengan derasnya dan menghentikan langkah mereka untuk memanjat.
Kembali ke Bale Semah, Giaccomo bercerita akan mengajak sahabatnya di Singapura untuk kembali memanjat dinding tower 2, karena merasa penasaran.

Oleh-oleh dari Gunung Parang bersama Giacommo

Dua haripun terasa cepat, dan tiba saatnya kami harus berpisah dengan tamu kami yang ganteng ini. Kami merasa belum dapat memberikan yang terbaik, namun dengan santainya dia memberikan dukungan untuk terus berkembang dan mempertahankan keaslian alam disini, karena inilah kekayaan yang dimiliki Badega Gunung Parang.

Ciao…see you next trip friend!


Monday, August 4, 2014

Salah seorang pemanjat tebing kecelakaan di Tower 2, Gunung Parang

Salah seorang pemanjat tebing dari salah satu universitas di Jakarta, mengalami kecelakaan di Tower 2, Gunung Parang.

Kecelakaan yang terjadi pada jam 19.30 WIB, Minggu, 3 Agustus 2014, di jalur 240, Tower 2, ini diakibatkan oleh kelalain pemanjat sendiri dalam memasang pengaman pada saat turun tebing dan mengabaikan peraturan yang berlaku selama di Gunung Parang.

Pada saat menerima panggilan evakuasi dari tim Pemanjat, pihak Badega Gunung Parang segera meluncur menuju Tower 2, dan menemukan pihak korban sudah tergeletak di tanah dengan kondisi mengenaskan dan helm pengaman pecah.
Segera setelah korban di evakuasi dari Gunung Parang, pihak Badega Gunung Parang segera membawa korban ke rumah sakit terdekat untuk diberikan penanganan medis.
Bersyukur bahwa korban masih bisa menghirup udara segar, dan sejauh yang diperkirakan mengalami memar tulang belakang. 

Dari hasil investigasi sementara yang dilakukan pihak Badega Gunung Parang, diketahui korban tidak mengaitkan pengaman turun dan terlepas dari tali pengaman sehingga jatuh bebas dari ketinggian kurang lebih 50 meter.

Namun ada satu pelajaran yang patut di ambil bagi para pemanjat tebing yang memanjat Gunung Parang untuk tetap mematuhi peraturan ataupun pantangan yang berlaku serta mengikuti petunjuk yang diberikan oleh pihak Badega Gunung Parang.
Karena bagaimanapun kondisi alam Gunung Parang masih cukup liar dan tidak dapat dipandang sebelah mata.
Selain itu karena sifat olah raga panjat tebing sendiri adalah olah raga yang ekstrim yang dapat berakibat kematian.