Showing posts with label panjat. Show all posts
Showing posts with label panjat. Show all posts

Tuesday, October 27, 2015

Taraje Beusi (a.k.a Via Ferrata) di Badega Gunung Parang

Tidak perlu bisa memanjat tebing untuk menikmati rute Via Ferrata (a.k.a TARAJE BEUSI)
Seperti yang sudah direncanakan di awal pembangungan Badega Gunung Parang di akhir tahun 2013, sebuah lintasan Via Ferrata (Tangga Besi) yang berada di dinding Utara Gunung Parang (Tower 3) selesai di bangun oleh tim panjat tebing Badega Gunung Parang.

Pekerjaan pemasangan tangga besi yang sepenuhnya dilakukan oleh anak-anak muda kampung ini, sangat mencengangkan dan patut dibanggakan, karena dalam waktu singkat mereka berhasil membuka jalur baru, sekaligus memasang tangga besi secara bersamaan.

Dibangun dengan penuh kearifan karena rute ini adalah rute turun temurun para pencari kayu bakar jaman dahulu untuk mencapai puncak Gunung Parang (Tower 3), sehingga bagi anak-anak muda yang terlibat dalam pekerjaa ini, rute Via Ferrata ini sudah tidak asing lagi.



As planned at the beginning of the construction of Badega Mount Parang at the end of 2013, a Via Ferrata (Iron Stairs) in the north wall of Mount Parang (Tower 3) has been built completed by a Badega Gunung Parang's climbing team.

Installation work iron ladder fully carried out by young people of this village, is surprising and proud, because in a short time they managed to open a new climbing route, while simultaneously installing iron staircase.


Built with great wisdom because routes are hereditary firewood seekers antiquity to reach the summit of Mount Parang (Tower 3), so that the young people involved in this work, Via Ferrata route is already familiar.


TARAJE BEUSI (a,k.a VIA FERRATA) di Badega Gunung Parang
Jalur baru ini diberi nama sesuai dengan nama lokal dari bahasa sunda yaitu TARAJE BEUSI (taraje = tangga / beusi = besi)

Cukup sediakan Rp. 150,000 / orang (Termasuk Alat dan Guide), anda sudah bisa menikmati petualangan seru TARAJE BEUSI (a.k.a VIA FERRATA) di dinding Gunung Parang, tanpa harus bisa memanjat tebing.

Nah tunggu apalagi, segera datang dan nikmati petualangan Via Ferrata rasa lokal di Badega Gunung Parang !

Pemesanan layanan : Hotline Badega Gunung Parang +62 8787 470 8230



The new route is named according to the local name of Sundanese language, namely TARAJE BEUSI (taraje = ladder / beusi = iron)

The cost is Rp. 150,000 / person (Including Gear and Guide), you can enjoy exciting adventures Taraje BEUSI (aka VIA Ferrata) in the wall of Mount Parang, without having to climb.

Well what are you waiting, soon to come and enjoy the local flavor adventure Via Ferrata in Badega Gunung Parang!


Booking services: Badega Gunung Parang Hotline +62 8787 470 8230


Petualangan rasa lokal di Badega Gunung Parang

Friday, October 23, 2015

Olahraga Ekstrim Dalam Sebuah Film dengan Citarasa Indonesia

Sang Director, Fikri Hidayat, mengarahkan para pemain di ketinggian 350 meter di dinding Tower 2 Gunung Parang
(Credit Photo : Kompas.Com / Wahyu P)

Cukup banyak film yang bercerita tentang olah raga ekstrim seperti panjat tebing, mendaki gunung, meniti tali, lompat bebas,  tapi itu di luar negeri, tidak di dalam negeri.
Dan cukup banyak iklan yang berlatar belakang olahraga ekstrim yang dibuat oleh para sutradara, tapi itu sutradara luar negeri, bukan sutradara asli Indonesia.

Quite a lot of films that tells about extreme sports like rock climbing, mountaineering, slackline, base jump, free fall, but it is abroad, not in Indonesia.
And quite a lot of advertising background extreme sports made by the director, but the international director, not native Indonesia director.

Berangkat dari ide-ide liar dari seorang Fikri Hidayat, salah seorang editor dari Kompas.Com yang sebelumnya telah membuat sebuah film pendek 'Manusia Cecak dari Gunung Parang', sebuah film dokumenter yang bercerita tentang pemajatan "Free Solo" yang pertama di Gunung Parang, terutama di Asia, oleh seorang anak kampung Cihuni, Miftah.


Departing from wild ideas of a Fikri Hidayat, one of the editors of Kompas.Com who has previously made a short film 'Geckos Man from Mount Parang', a documentary that tells the story of the first "Free Solo" Climbing on Mount Parang, particularly in Asia, by a Cihuni village boy, Miftah.

Sebuah babak baru film petualangan ekstrim di Indonesia

Film ini menjadi sebuah  babak baru film dokumenter tentang dunia panjat tebing di Indonesia, karena pertama kalinya pemanjatan bebas tanpa tali dan pengaman dilakukan di Indonesia, khususnya di Gunung Parang.
Dan terlebih lagi oleh seorang anak kampung Cihuni, yang besar dan hidup di kaki Gunung Parang, dan terbilang baru mengenal dunia panjat tebing profesional.
Gebrakan film dokumenter 'manusia cecak' membawa dunia panjat tebing di Indonesia ke tingkat yang lebih ekstrim lagi, dan membuat sebuah rekor baru di Indonesia dan Asia tentunya.

The film became a new chapter documentary about the world of rock climbing in Indonesia, for the first time solo free climbing in Indonesia, particularly in the Mount Parang.
And moreover by a Cihuni village boy, large and live at the foot of Mount Parang, and relatively new to the world of professional rock climbing.

The breakthrough documentary 'Geckos Man from Mount Parang' brings the world of rock climbing in Indonesia to a more extreme level, and create a new record in Indonesia and of course Asia.

Dari sini, Fikri Hidayat, melanjutkan proyeknya kembali dengan membuat sebuah film petualangan ekstrim di Gunung Parang, sekali lagi dengan Miftah yang disandingkan dengan Abiyoga, seorang talent yang tidak mengenal bahkan memanjat tebing sama sekali, dengan latar belakang yang bercerita tentang petualangan panjat tebing di dinding Gunung Parang.

From here, Fikri Hidayat, continuing the project back by creating an extreme adventure film on Mount Parang, again with Miftah coupled with Abiyoga, a talent who do not know even a rock-climbing at all, with a background that tells about the adventures climbing wall Mount Parang.

Suplai 50 Liter Air dalam 24 jam

Ide cerita yang gila, dan persiapan yang singkat, tidak menyurutkan niat untuk mengejar hasil yang maksimal dengan tenggat produksi yang ketat. 
Tim Kompas.Com dan Badega Gunung Parang akhirnya dapat menyelesaikan proyek film ini dengan  nilai faktor keselamatan yang memuaskan.

The idea of a crazy story, and the preparation is short, do not dampen the intention to pursue the maximum results with rigorous production deadlines.

Kompas.Com team and Badega Gunung Parang finally able to complete the film project with a satisfactory safety factor value.

Suplai logistik yang harus diselesaikan dalam tempo 24 jam 

Suplai logistik, terutama air di musim kemarau yang melanda di Gunung Parang, juga merupakan sebuah hambatan yang perlu diperhitungkan dan memerlukan sebuah strategi tersendiri. Karena jangan sampai semua tim yang sedang melakukan syuting di atas ketinggian dinding Gunung Parang menderita dehidrasi.
Untuk itulah suplai air sebanyak hampir 50 liter per hari diperlukan tenaga ekstra yang membuat tim pendukung harus bolak-balik naik turun dari Base Camp ke Pitch 6 (kurang lebih setinggi 350 meter) dalam kurun waktu 24 jam, yang membuat pergerakan tim sedikit terhambat, namun pada akhirnya bisa terselesaikan juga.

Logistics supply, especially in the dry season which struck at Mount Parang, is also an obstacle that needs to be taken into account and requires a separate strategy. Because not to all the teams who are shooting above the height of the walls of Mount Parang suffering from dehydration.

For this reason water supply as much as nearly 50 liters per day needed extra power makes the support team had to go back and forth up and down from Base Camp to Pitch 6 (approximately as high as 350 meters) within a period of 24 hours, which makes the movement of the team slightly delayed, but eventually be resolved as well.

Jatuh 10 Meter di ketinggian 450 meter !

Bagi pemanjat tebing, jatuh dari tebing adalah hal biasa jika melalui jalur-jalur sulit.
Tapi mungkin ceritanya akan lain, jika adegan jatuh diperankan oleh talent yang tidak pernah memanjat tebing sama sekali, bahkan jatuhnya tidak tanggung-tanggung, di ketinggian 450 meter di Tower 2 Gunung Parang sepanjang 10 meter.

For rock climbers, fell from a cliff is common when through difficult paths.

But perhaps the story would have been different, if the scene crashed played by talent that never climb at all, even fall no half-hearted, at an altitude of 450 meters in the Mount Parang Tower 2 along 10 meters.

Adegan jatuh di ketinggian 450 meter, cukup bikin jantung talent hampir copot

Disinilah tim Badega Gunung Parang harus ekstra hati-hati, dan menyiapkan semua pengaman dengan sempurna, tidak ada boleh ada kesalahan, dan semua harus di back up, dan di cek ulang tanpa terkecuali.

This is where the team Badega Gun Parang be extra cautious, and prepared all with perfect safety, there should be no errors, and all must be backed up, and cross checked without exception.

Bersyukur, adegan jatuh yang dilakukan sebanyak 2 kali, berhasil dilakukan oleh Abiyoga dengan sempurna, dan membuatnya cukup lama untuk normal kembali.
Terbayang jantung hampir copot ketika harus jatuh sejauh 10 meter diketinggian 450 meter, penyiksaan talent yang sempurna !

Grateful, fall scenes performed 2 times, successfully carried out by Abiyoga perfectly, and make it long enough to get back to normal.

Imagined heart almost dislodged when it should fall as far as 10 meters altitude of 450 meters, torture talent perfect!

Yuk, kita tunggu dan saksikan film petualangan ekstrim dengan citarasa lokal....

Let's wait and see extreme adventure movie with a local flavor ....


Tim Kompas.Com berfoto bersama Badega Gunung Parang

Friday, October 9, 2015

Belajar dan Wisata Panjat Tebing di Gunung Parang

Climbing Course

Belajar panjat tebing tidak sesulit yang dibayangkan, meskipun anda adalah seorang yang belum pernah sama sekali memanjat tebing sekalipun.


Climbing Course
Disini kami mengembangkan cara untuk mempelajari panjat tebing untuk para pemula secara aman dan efektif, sehingga anda tidak perlu lagi pusing dan memikirkan beragam kesulitan yang mungkin terjadi.

Prinsip dasar kami adalah belajar dengan menyenangkan, bukan belajar dengan cara mengerikan.

Dengan memegang pedoman dasar keselamatan pemanjatan tebing, kami mengajak anda untuk menyelami dunia panjat tebing di Gunung Parang.

~~~~~~~

Learn rock climbing is not as difficult as one might imagine, even if you are someone who has never been entirely climbing though. 


Climbing Course
Here we develop a way to learn rock climbing for beginners safely and effectively, so you  do not need a headache and think of a variety of difficulties that may occur.

Our basic principle is to learn with fun, instead of learning the horrible way.

By holding the basic safety guidelines climbing, we invite you to dive into the world of rock climbing on Mount Parang.


Fun Climbing

Sebuah program dasar untuk belajar panjat tebing selama 1 (satu) hari, anda akan diajak untuk berpetualang layaknya seorang pemanjat tebing disini.


Fun Climbing
Anda tinggal datang kemari, dan semua peralatan serta instruktur sudah disediakan oleh kami.

Fun climbing, bukanlah program wisata tanpa resiko, anda juga diminta untuk selalu waspada terhadap beragam kemungkinan yang terjadi, meski 99% semua faktor keselamatan sudah dipenuhi, masih ada 1% faktor yang tidak dapat dicegah, takdir dari Sang Maha Kuasa.

Jadi, bukannya kami menakuti anda, tetapi kami hanya mengingatkan bahwa olahraga ini adalah olahraga berbahaya dan anda harus memahami itu, meski kami membuatnya secara menyenangkan.

~~~~~~~~

A basic program for learning rock climbing for 1 (one) day, you will be invited for an adventure like a rock climber here.


Fun Climbing
You just come here, and all the equipment and instructors have been provided by us.

Fun climbing, not a tourist program without risk, you are also required to always be alert to the variety of possibilities that may occur, even though 99% of all the factors of safety are met, there is still 1% factor that can not be prevented, the destiny of the Almighty.


So instead we scare you, but we just remind that this sport is a dangerous sport and you have to understand that, even if we make it fun



Climbing Tour

Sebuah program wisata panjat tebing yang di desain khusus untuk wisatawan yang ingin merasakan ekspedisi panjat tebing yang sebenarnya di dinding Gunung Parang.

Disini anda kami ajak untuk memanjat dan tidur di atas tebing dengan menggunakan peralatan khusus dan ditemani oleh para guide kami yang telah berpengalaman.

Program ini akan disesuaikan dengan kebutuhan anda, apakah ingin ke Puncak Gunung Parang atau hanya ingin melewati malam di dinding Gunung Parang, semua terserah anda yang mengatur, dan kami akan menemani anda selama berpetualang disini.

~~~~~~~~

A rock climbing tour program designed specifically for tourists who want to experience the real rock climbing expedition on Mount Parang wall.


Climbing Tour
Here we invite you to climb up and sleep on top of a cliff by using special equipment and accompanied by our experienced guide.

This program will be tailored to your needs, whether you want to the summit of Mount Parang or just want to spend the night on the wall Mount Parang, all up to you the set, and we will accompany you during the adventure here.






Thursday, August 13, 2015

Ada Kursus Gratis Panjat Tebing di Badega

Semenjak awal berdiri sampai saat ini, sudah beberapa kali Badega Gunung Parang memberikan kursus panjat tebing bagi para pemula, belajar mulai dari cara memanjat tebing sampai dengan belajar mengelola ekspedisi panjat tebing di tebing yang sebenarnya.

Since the beginning of its establishment until today, has several times Badega Mount Parang give rock climbing courses for beginners, learn from the climbing techniques up to learn to manage climbing expedition in the bigwall.

Simulasi manajemen tali dan tambatan sebelum praktek di tebing sebenarnya 

Kali ini Badega Gunung Parang sengaja memberikan kursus gratis panjat tebing bagi para anak-anak muda Purwakarta dan sekitar gunung Parang untuk lebih mengenalkan dunia panjat tebing, disamping menggali potensi dan bakat terpendam mereka untuk meneruskan dan mengelola Badega Gunung Parang di masa mendatang.

This time Badega Gunung Parang intentionally provide a free rock climbing courses for young children from Purwakarta and surrounding mountains Parang to introduce the world of rock climbing, as well as explore their latent potential and talent to continue and manage Badega Gunung Parang in the future.


Peserta Bigwall Climbing Course (Special Program Batch 1)

Awalnya sempat ragu juga untuk memberikan kursus gratis ini, karena selain tidak memiliki dana, juga  tidak ada dukungan sponsor, serta keterbatasan instruktur, akhirnya kursus gratis ini dijalankan juga, namun dengan membatasi jumlah peserta, agar tidak terlalu membludak.
Tidak ada yang tidak mungkin disini, semua jika dilakukan dengan ikhlas, pasti ada jalan, itu yang kami pegang dari awal.

Initially also hesitated to provide free courses, because in addition to not having the funds, nor is there any sponsor support, as well as the limitations of the instructor, finally free course is run as well, but by limiting the number of participants, so as not too booming.
Nothing is impossible here, all if done with sincerity, there is a way, that we hold from the beginning.

Belajar mengelola peralatan panjat tebing

Akhirnya kursus gratis ini bisa berjalan dengan lancar, bahkan para peserta sangat antusias mengikuti program ini, yang rencananya akan terbagi dalam 3 session dan berakhir nanti tanggal 1 Januari 2016.

Finally free course can run smoothly, even the participants were very enthusiastic about joining the program, which will be divided into 3 sessions and ended later date of January 1, 2016.


Simulasi pemanjatan malam hari 

Bukan karena gratis kemudian program kursus ini diberikan asal-asalan, malah kursus ini didesain sedemikian rupa sehingga diharapkan mereka yang berhasil lulus nanti, bisa memahami panjat tebing bukan ala kadarnya, tetapi diharapkan mereka mampu untuk menjadi guide atau instruktur di Badega Gunung Parang.

Not because it is free then program these courses are given at random, even these courses are designed such that they expected a successful graduate can understand rock climbing not perfunctory, but they are expected to be able to guide or instructor in Badega Mount Parang.

Photos Bigwall Climbing Course - Special Program Batch 1 (2015)




Friday, January 30, 2015

Ayo Belajar Panjat Tebing !

Belajar Teknik Belay


Jika kamu ingin belajar panjat tebing, maka disini tempatnya!

Disini kami akan berbagi ilmu tentang panjat tebing dan beragam tips dan triknya dengan kamu dalam satu paket pembelajaran yang praktis dan tidak pakai rumit.

100% pembelajaran dilakukan langsung di tebing dinding gunung Parang.
Materi yang diajarkan mencakup keseluruhan seluk beluk dan teknik panjat tebing, penyelamatan vertikal, sampai dengan ekspedisi di tebing.

Bigwal Cimbing Course

Paket belajar panjat tebing Badega Gunung Parang dikemas dalam 4 hari 3 malam, yang memungkinkan kamu untuk mendalami dunia panjat tebing.

Dan setelahnya, kamu akan diajak untuk mengaplikasikan semua yang dipelajari dalam ekspedisi kecil panjat tebing di Gunung Parang.

Paket Belajar Panjat Tebing seharga Rp.500,000 sudah termasuk sertifikat + tshirt + course book + peralatan panjat tebing + instruktur.

Kami hanya membatasi 1 kelas berisi max. 5 orang dalam setiap 'class session'.
Sehingga kami bisa memonitor perkembangan dan pembelajaran kamu secara langsung.

Ayo tunggu apa lagi?
Hubungi HOTLINE BADEGA +62 8787 470 8230

Thursday, January 29, 2015

Disini Setiap Orang Bisa Memanjat Tebing

Welcome to Badega Gunung Parang's Climbing Playground



Banyak yang mengira olahraga panjat tebing adalah olahraga yang sulit dan berbahaya.
Dikatakan sulit jika kita melihatnya dari kacamata umum, tetapi tidak bagi yang mau mempelajari teknik dasar.

Everyone can climbing here


Dikatakan berbahaya jika kita tidak mematuhi prosedur keamanan yang berlaku di olahraga ini.

Di Badega Gunung Parang, semua teknik dasar sampai teknik yang paling ekstrim di dunia panjat tebing diperkenalkan agar semua orang tahu dan paham setiap resiko yang timbul nantinya.

Fun Climbing


Tidak perlu takut, karena anda akan ditemani oleh para instruktur yang berpengalaman dan mereka tahu sampai sebatas mana anda mampu memanjat.

Tidak peduli siapa anda, kami akan ajak anda memanjat tebing dengan menyenangkan.

Selamat datang di tanah para pemanjat tebing !

Thursday, January 22, 2015

Jalur Baru di Tower 3

Jalur Panjat terbaru di Tower 3, Gunung Parang
Jalur baru di Tower 3 Gunung Parang telah dibuat oleh Miftah bersama-sama para pemanjat kampung Cihuni. Jalur yang dibuat ini menggabungkan antara jalur "sport" dan "trad", sehingga memberikan pilihan yang menarik bagi para pemanjat nantinya.

Jalur yang diberi nama "Cihuni Sakti / Mbah Jambrong" memiliki tingkat kesulitan yang bervariasi dari 5.9 - 5.11 sampai di Pitch 5, selanjutnya meningkat sampai 5.12 - 5.14,. tergantung jalur yang dipilih di atas

Yang lebih menarik lagi, di jalur ini para pemanjat bisa beristirahat atau bermalam di ketinggian 200 meter di sebuah rekahan batu yang bisa menampung 10 orang.
Ruang yang cukup besar ini dulunya adalah sarang burung elang dan beberapa burung lainnya, namun saat ditemukan ruangan ini sudah lama ditinggalkan.
Asumsi kami banyak predator dari telur-telur elang yang dengan mudah mencapai tempat ini seperti monyet atau lutung jawa, sehingga elang dan burung-burung lainnya mencari tempat yang lebih aman.

Di Pitch 5, terdapat sebuah teras besar yang menjadi sebuah gerbang awal dari jalur-jalur "gila" yang akan dibuat oleh Miftah dan kawan-kawan, dan kita menyebut teras ini sebagai 'Flying Camp'.
Di teras ini pula, kita bisa menginap cukup nyaman karena teras ini mampu menampung sekitar 10 orang pula, dan pemandangan di atas sini sangat menarik karena bisa melihat bendungan Jatiluhur dan Cirata dari ketinggian, serta sunrise yang mengagumkan jika cuaca cerah.

Dari 'Flying Camp' kita bisa memilih rute-rute panjat lainnya diatas sini.

Nah siapa yang mau mencoba ?

Tuesday, July 1, 2014

Informasi Untuk Para Pemanjat Tebing di Gunung Parang

Disarankan untuk para pemanjat tebing yang ingin memanjat Gunung Parang baik di Tower 1, 2, dan 3, ataupun ingin mendaki Gunung Parang dari jalur trekking untuk mengikuti beberapa petunjuk dibawah ini untuk kenyamanan dan keselamatan selama beraktifitas di Gunung Parang;


It is recommended for all  climbers who want to climb Mount Parang both in Tower 1, 2, and 3, or want to climb Mount Parang from trekking path to follow some of the instructions below for the comfort and safety during the activity at Mount Parang;


Climbing Route on Tower 2 Mt. Parang


# Daftarkan diri anda atau team anda di Badega Gunung Parang terlebih dahulu, agar jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pihak Badega Gunung Parang dapat segera berkordinasi dengan pihak terkait baik berupa evakuasi, penyelamatan, maupun pengamanan.

# Register yourself or your team in Badega Gunung Parang beforehand, so if there is something undesirable side, Badega Gunung Parang can immediately coordinate with related parties in the form of evacuation, rescue, and security.

# Hormatilah adat istiadat setempat, jagalah sikap serta patuhi nasehat para orang tua disini selama berada di kawasan Gunung Parang, karena Gunung Parang bukan hanya kita yang mendiami, tetapi semua makhluk hidup.

# Respect local customs, keep your attitude and obey the advice of the parents here while in the area of Mount Parang, because Mount Parang not just us who inhabit, but all living things.

# Berilah waktu pemanjat / team pemanjat yang lebih awal memanjat di jalur panjat yang yang sama yang akan dipanjat oleh anda / team anda, untuk menyelesaikan pemanjatan sampai selesai, dan barulah anda / team anda memanjat rute tersebut. 
Hal ini untuk mencegah terlalu ramainya jalur pemanjatan, serta berlebihnya beban pada masing-masing anchor (tambatan) di masing-masing pitch (teras).

# Give an earlier climber / team climbing on the same track that will be climbed by you / your team, to finish the climb, and then you / your team can climbing the route.

This is to prevent too crowded climbing route, as well as the excessive load on each anchor on each pitch (terrace).

# Jangan mengambil pengaman yang ditinggal di jalur pemanjatan seperti Hanger dan Karabiner yang bukan milik anda, karena bisa jadi hal itu disengaja oleh pemanjat sebelumnya untuk pengaman pemanjat berikutnya.

# Do not take all gears / tools left in the climbing route like Hanger and Carrabinner that does not belong to you, because it could be intentional by previous climbers for next climbers.

# Jangan menambah bor / memasang hanger pada jalur panjat yang sudah ada, kecuali menggantinya karena rusak, atau karena faktor keselamatan.
Hal ini bertujuan untuk menjaga dinding Gunung Parang dari kerusakan karena bor yang berlebihan, serta faktor keselamatan dikarenakan banyak batang-batang ramset yang tidak tercabut karenanya.

# Do not add drill / installing hangers on existing climbing route, except to replace it because it is damaged, or because of the safety factor.

It aims to keep the walls of Mount Parang from damage due to excessive drill, as well as the safety factor because many rods Ramset are not deprived thereby.

# Bawalah peralatan yang memadai dan memenuhi syarat untuk memanjat, jangan menggunakan peralatan yang sudah rusak, karena akan membahayakan nyawa anda.

# Bring adequate equipment and qualified to climb, do not use equipment that is damaged, because it would endanger your life.

# Bawalah logistik (makanan/minuman/jaket/ kaos/celana) yang cukup jika anda dan team memutuskan menginap di atas (flying camp) dinding Gunung Parang, jangan paksakan diri anda untuk memanjat jika sudah lelah.

# Bring logistics (meal/drink/jacket/shirt/pant)  if you and the team decided to stay at the top (the flying camp) wall Mount Parang, do not force yourself to climb if it is tired.

# Tetap fokus dan selamat sampai kembali ke rumah.

# Stay focused and safely return home.

PERINGATAN: Pemanjatan Tebing dan Pendakian Gunung adalah kegiatan / olahraga yang berbahaya yang bisa menyebabkan kematian, dan setiap pendaki gunung / pemanjat tebing dianggap mengerti dan bertanggun jawab terhadap semua resiko yang mungkin terjadi dalam kegiatan / olaraga ini.
 BADEGA GUNUNG PARANG tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi dalam bentuk apapun terhadap aktifitas yang dilakukan para pendaki / pemanjat tebing di Gunung Parang.