Showing posts with label rock. Show all posts
Showing posts with label rock. Show all posts

Tuesday, December 23, 2014

Jangan berwisata ke Badega Gunung Parang, BAHAYA !

Jika anda pernah mendengan kalimat di atas, memang benar adanya !

Disini anda jangan berharap lebih dan mendapati pelayanan memuaskan dari kami, disini anda jangan meminta sesuatu yang umum dijumpai atau tersedia di tempat wisata-wisata lainnya.

Lupakan itu semua !

Jamie dan kawan-kawan ketika berkunjung ke Badega Gunung Parang


Di Badega Gunung Parang, anda kami ajak keluar dari zona nyaman berwisata, dan menemukan sesuatu yang hilang dari hidup anda, yaitu PETUALANGAN !!!

Jika anda berpikir ini bukan tempat wisata yang layak, memang benar adanya !

Sebastian dan rombongan setelah pembuatan film panjat tebing


Karena kami tidak menyediakan kelayakan ataupun kenyamanan, tetapi kami mengajak anda untuk belajar tentang alam dengan segala kelebihannya dan manusia dengan segala kekurangannya.

Lihatlah diri anda, apakah anda siap kemari ?

Sebuah tantangan menanti anda disini

Emil dan kawan-kawan, setelah belajar panjat tebing di Badega Gunung Parang

Wednesday, December 10, 2014

Akhir Dari Perjalanan Keliling Dunia

Sabrina, Tower 3, Mt. Parang


Siapa mengira jauh-jauh dari Jerman dan bekerja di Australia, dan pada akhirnya berlabuh di Badega Gunung Parang untuk mengakhiri perjalanan keliling dunianya di tahun 2014.
Seorang gadis, cantik dan masih muda, 23 tahun, namanya Sabrina, membuat sebuah kejutan dan warna baru di tempat kami, dalam beberapa minggu dia tinggal disini.

Sabrina on Pitch 3, Mt. Parang, Badega Gunung Parang, Indonesia

Dimulai dari kedatangannya yang tiba-tiba tanpa ada informasi sama sekali, dan terdampar di Stasiun Kereta Api, Bandung, dan kesasar di Wanayasa setibanya di Purwakarta.
Beruntung sekali, dia diantar oleh Petugas Keamanan Stasiun Kereta Api Purwakarta yang baik hati sampai di tempat kami dengan selamat.

Awalnya dia mengungkapkan ingin memanjat Gunung Parang, namun membawa peralatan yang minim serta seorang diri, dan hanya tinggal beberapa hari di Badega Gunung Parang.
Setelah mengisi formulir pendaftaran tamu, kami menyarankan dia untuk beristirahat dan melupakan kesulitan yang dia tempuh beberapa hari ini selama di Indonesia.

Mushroom Park, once in a year, she is really lucky.

Hari demi hari dilalui di Badega Gunung dengan memanjat dan hanya memanjat ditemani oleh guide kami. Dan hanya beberapa hari libur digunakan untuk jalan-jalan bersama kami ke Garut dan Bandung sekedar melepas lelah dan rutinitas memanjat.
Namun sekali lagi, gadis ini tampaknya lebih suka menyendiri di Badega Gunung Parang dan asyik dalam dekapan alam Gunung Parang.

Dan Sabrina memang membawa warna tersendiri bagi kami dan semua orang, termasuk rekan-rekan dari KOPASUS yang sedang berlatih di Gunung Parang.
Sepertinya tidak ada batasan lagi antara dia sebagai tamu dan kami disini, semua bergembira bersama di malam perpisahan rekan-rekan KOPASUS, dan Sabrina adalah bintangnya !

She is a Star !

Tidak terasa, waktupun cepat berlalu, sudah hampir dua minggu, dan Sabrina harus kembali ke Jerman karena visa kunjungannya akan habis dua hari lagi, dan kamipun mengantarnya kembali ke Stasiun Bandung untuk membeli beberapa oleh-oleh dan langsung bertolak ke Jakarta menggunakan kereta api.
Dan mengakhiri perjalanannya keliling dunia di tahun 2014.

Setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan, namun di hati kami, Sabrina seorang gadis muda Jerman, memberikan perspektif baru kepada kami tentang sebuah ikatan persahabatan yang tulus, bukan hanya sekedar tamu.

Selamat jalan, sampaikan salam kami kepada keluarga di rumah !

Auf Wiedersehen !

Thursday, November 13, 2014

Repotnya membuat film tentang panjat tebing

Tidak terbayangkan sebelumnya kedatangan rombongan dari Perancis untuk memanjat dan membuat film tentang panjat tebing di Gunung Parang.
Awalnya banyak sekali permintaan dan pertanyaan yang harus direspon, namun akhirnya kami bisa mengatasinya.


Betapa repotnya membuat film di atas dinding Gunung Parang

Dan rombongan yang dipimpin oleh Bastien akhirnya tiba di Badega Gunung Parang, dan beberapa orang lagi baru tiba malamnya.
Rombongan yang tiba pagi hari sudah langsung menuju kaki dinding Gunung Parang setelah mereka membongkar semua peralatan yang dibawa, sebagian peralatan lagi mereka menyewa dari kami.


Camera "ACTION !"

Diskusi demi diskusi kecil dilakukan untuk pemanjatan yang sempurna, dan sungguh suatu pelajaran buat kita disini, apapun langkah yang dilakukan harus dipikirkan matang-matang.
Kerepotan demi kerepotan yang timbul di atas tebing, tidak membuat mereka panik, namun tetap tenang.
Ini terjadi ketika mereka tidak membawa 'head lamp' ketika hari sudah mulai gelap, mereka menggantinya dengan lampu 'blitz / speed light' kamera kecil untuk mengecek ulang peralatan panjat sebelum mereka turun.


Memulai pemanjatan

Malamnya rombongan dari Perancis ini menikmati nasi liwet dan makanan kampung yang disajikan, dan satu persatu mengucap selamat malam untuk beranjak ke peraduan.



Bienvenue mon ami au Badega Gunung Parang

Welcome to Badega Gunung Parang !

RockParty at Mount Parang


If you love climbing, so Mount Parang at Purwakarta, Indonesia, is one of the Bigwall at Asia that you should try it.
You will find out more slab, crag, and small grip and pocket on face during climbing there. Various routes and grades will be found here, starting from 5.8 (5) to 5.14 (9), all in one bigwall.
Or if you have more time, you can spending there for open new route or more, it's yours!

Let's pack and go here !

So, what you waiting for, let's pack and go here!

Saturday, November 1, 2014

私たちの家へようこそ

Welcome to Badega Gunung Parang for Yamaki-San and Friends,

Jauh-jauh dari negara Jepang, mencoba pengalaman baru di dinding Gunung Parang dan tanpa kenal usia mereka menghabiskan akhir pekannya di Tower 2 dan Tower 3.
Benar-benar gila, dan patut ditiru semangat juang mereka masing-masing.

Di akhir hari, mereka mencoba untuk merasakan buah asli orang sunda, Jengkol!
Di makan mentah dan beragam ekspresi dan ungkapan keluar, dan tidak dinyana, ternyata mereka menyukainya.

Apapun alasan dan tujuan anda, kami menghaturkan terima kasih telah berkunjung di Badega Gunung Parang.

Yamaki-san and Friends

Their Package so simple

Trying sundanese fruit is 'Jengkol'

Playing 'Egrang', a sundanese kid toy



Friday, October 24, 2014

Laboratorium Bebatuan di Gunung Parang

Situs Batu Belang di lokasi Badega Gunung Parang
Alam memang memang memiliki rahasianya sendiri di Gunung Parang.
Jika datang kemari, cobalah tengok bebatuan yang ada di sekitar sini. Dijamin, anda akan dibuat takjub oleh keindahnnya.

Coba lihat situs "Batu Belang" sebuah batu raksasa yang ada disekitar Badega Gunung Parang, coba bayangkan bagaimana batu ini bisa berada di atas sawah dengan beberapa batu-batu besar lainnya. Dan nun jauh disana, Gunung Parang menjulang tinggi seperti menggapai langit.

Proses Pembentukan Tanah Lempung Menjadi Batu 

Beberapa bebatuan yang tampak saja sudah spektakuler, bagaimana bebatuan yang terpendam dalam bumi.
Lihatlah beberapa bebatuan yang ditemukan dari dasar tanah ketika melakukan pengerukan untuk pembuatan kolam di lokasi Badega Gunung Parang, disini ditemukan beberapa bebatuan alami yang unik dan bentuknya aneh-aneh.
Proses pengerasan tanah liat menjadi batu dapat dilihat disini, sebuah laboratorium raksasa jika kita mau belajar dan menelitinya lebih lanjut.

Lapis demi lapis tanah liat yang sudah berubah bentuk menjadi batu, dapat saling membungkus satu sama lain seperti kue lapis dan akhirnya menjadi batu utuh yang keras.
Sebuah proses alam yang hanya dapat terjadi pada ratusan bahkan jutaan tahun yang lalu.

Situs Batu Belang, ratusan batu besar ada disini


Pantaslah Gunung Parang dijadikan laboratorium bebatuan untuk kedepannya.

Sunday, August 17, 2014

Rute Sepeda Keliling Gunung Parang

Rute Bersepeda keliling Gunung Parang
Apakah anda penggemar bersepeda? Jika ya, apakah pernah merasakan rute bersepeda keliling Gunung Parang?

Rute yang berjarak tempuh kurang lebih 25 kilometer, dimulai dari Pertigaan Simpang, Plered dan berakhir ditempat yang sama juga.
Beragam tanjakan dan turunan dapat dirasakan saat anda mulai mengayuh sepeda, yakinkan bahwa kaki anda mampu melaluinya.
Rutenya cukup bervariasi, dari mulai kondisi permukaan tanah sampai dengan jalanan beraspal.

Rute sepeda mengelilingi Gunung Parang memang menarik untuk para pemula bahkan profesional untuk melatih otot-otot kakinya dengan sensasi melihat gunung batu andesit tertinggi di Indonesia dan alamnya yang indah.

Bahkan jika ingin lebih ekstrim lagi, sebenarnya tersedia rute untuk 'downhill' di beberapa spot lokasi, namun mengingat kondisi alamnya masih cukup liar dan rutenya jarang dilalui, membuat beberapa pesepeda malas untuk mencobanya.

Bagaimanapun juga rute bersepeda keliling Gunung Parang cukup menjanjikan dan berpotensi untuk dikembangkan lagi dengan dikemas dalam beragam kompetisi dan tour.

Ayo siapa yang berminat?

Tuesday, July 1, 2014

Informasi Untuk Para Pemanjat Tebing di Gunung Parang

Disarankan untuk para pemanjat tebing yang ingin memanjat Gunung Parang baik di Tower 1, 2, dan 3, ataupun ingin mendaki Gunung Parang dari jalur trekking untuk mengikuti beberapa petunjuk dibawah ini untuk kenyamanan dan keselamatan selama beraktifitas di Gunung Parang;


It is recommended for all  climbers who want to climb Mount Parang both in Tower 1, 2, and 3, or want to climb Mount Parang from trekking path to follow some of the instructions below for the comfort and safety during the activity at Mount Parang;


Climbing Route on Tower 2 Mt. Parang


# Daftarkan diri anda atau team anda di Badega Gunung Parang terlebih dahulu, agar jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pihak Badega Gunung Parang dapat segera berkordinasi dengan pihak terkait baik berupa evakuasi, penyelamatan, maupun pengamanan.

# Register yourself or your team in Badega Gunung Parang beforehand, so if there is something undesirable side, Badega Gunung Parang can immediately coordinate with related parties in the form of evacuation, rescue, and security.

# Hormatilah adat istiadat setempat, jagalah sikap serta patuhi nasehat para orang tua disini selama berada di kawasan Gunung Parang, karena Gunung Parang bukan hanya kita yang mendiami, tetapi semua makhluk hidup.

# Respect local customs, keep your attitude and obey the advice of the parents here while in the area of Mount Parang, because Mount Parang not just us who inhabit, but all living things.

# Berilah waktu pemanjat / team pemanjat yang lebih awal memanjat di jalur panjat yang yang sama yang akan dipanjat oleh anda / team anda, untuk menyelesaikan pemanjatan sampai selesai, dan barulah anda / team anda memanjat rute tersebut. 
Hal ini untuk mencegah terlalu ramainya jalur pemanjatan, serta berlebihnya beban pada masing-masing anchor (tambatan) di masing-masing pitch (teras).

# Give an earlier climber / team climbing on the same track that will be climbed by you / your team, to finish the climb, and then you / your team can climbing the route.

This is to prevent too crowded climbing route, as well as the excessive load on each anchor on each pitch (terrace).

# Jangan mengambil pengaman yang ditinggal di jalur pemanjatan seperti Hanger dan Karabiner yang bukan milik anda, karena bisa jadi hal itu disengaja oleh pemanjat sebelumnya untuk pengaman pemanjat berikutnya.

# Do not take all gears / tools left in the climbing route like Hanger and Carrabinner that does not belong to you, because it could be intentional by previous climbers for next climbers.

# Jangan menambah bor / memasang hanger pada jalur panjat yang sudah ada, kecuali menggantinya karena rusak, atau karena faktor keselamatan.
Hal ini bertujuan untuk menjaga dinding Gunung Parang dari kerusakan karena bor yang berlebihan, serta faktor keselamatan dikarenakan banyak batang-batang ramset yang tidak tercabut karenanya.

# Do not add drill / installing hangers on existing climbing route, except to replace it because it is damaged, or because of the safety factor.

It aims to keep the walls of Mount Parang from damage due to excessive drill, as well as the safety factor because many rods Ramset are not deprived thereby.

# Bawalah peralatan yang memadai dan memenuhi syarat untuk memanjat, jangan menggunakan peralatan yang sudah rusak, karena akan membahayakan nyawa anda.

# Bring adequate equipment and qualified to climb, do not use equipment that is damaged, because it would endanger your life.

# Bawalah logistik (makanan/minuman/jaket/ kaos/celana) yang cukup jika anda dan team memutuskan menginap di atas (flying camp) dinding Gunung Parang, jangan paksakan diri anda untuk memanjat jika sudah lelah.

# Bring logistics (meal/drink/jacket/shirt/pant)  if you and the team decided to stay at the top (the flying camp) wall Mount Parang, do not force yourself to climb if it is tired.

# Tetap fokus dan selamat sampai kembali ke rumah.

# Stay focused and safely return home.

PERINGATAN: Pemanjatan Tebing dan Pendakian Gunung adalah kegiatan / olahraga yang berbahaya yang bisa menyebabkan kematian, dan setiap pendaki gunung / pemanjat tebing dianggap mengerti dan bertanggun jawab terhadap semua resiko yang mungkin terjadi dalam kegiatan / olaraga ini.
 BADEGA GUNUNG PARANG tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi dalam bentuk apapun terhadap aktifitas yang dilakukan para pendaki / pemanjat tebing di Gunung Parang.