Showing posts with label panjat tebing. Show all posts
Showing posts with label panjat tebing. Show all posts

Friday, October 9, 2015

Belajar dan Wisata Panjat Tebing di Gunung Parang

Climbing Course

Belajar panjat tebing tidak sesulit yang dibayangkan, meskipun anda adalah seorang yang belum pernah sama sekali memanjat tebing sekalipun.


Climbing Course
Disini kami mengembangkan cara untuk mempelajari panjat tebing untuk para pemula secara aman dan efektif, sehingga anda tidak perlu lagi pusing dan memikirkan beragam kesulitan yang mungkin terjadi.

Prinsip dasar kami adalah belajar dengan menyenangkan, bukan belajar dengan cara mengerikan.

Dengan memegang pedoman dasar keselamatan pemanjatan tebing, kami mengajak anda untuk menyelami dunia panjat tebing di Gunung Parang.

~~~~~~~

Learn rock climbing is not as difficult as one might imagine, even if you are someone who has never been entirely climbing though. 


Climbing Course
Here we develop a way to learn rock climbing for beginners safely and effectively, so you  do not need a headache and think of a variety of difficulties that may occur.

Our basic principle is to learn with fun, instead of learning the horrible way.

By holding the basic safety guidelines climbing, we invite you to dive into the world of rock climbing on Mount Parang.


Fun Climbing

Sebuah program dasar untuk belajar panjat tebing selama 1 (satu) hari, anda akan diajak untuk berpetualang layaknya seorang pemanjat tebing disini.


Fun Climbing
Anda tinggal datang kemari, dan semua peralatan serta instruktur sudah disediakan oleh kami.

Fun climbing, bukanlah program wisata tanpa resiko, anda juga diminta untuk selalu waspada terhadap beragam kemungkinan yang terjadi, meski 99% semua faktor keselamatan sudah dipenuhi, masih ada 1% faktor yang tidak dapat dicegah, takdir dari Sang Maha Kuasa.

Jadi, bukannya kami menakuti anda, tetapi kami hanya mengingatkan bahwa olahraga ini adalah olahraga berbahaya dan anda harus memahami itu, meski kami membuatnya secara menyenangkan.

~~~~~~~~

A basic program for learning rock climbing for 1 (one) day, you will be invited for an adventure like a rock climber here.


Fun Climbing
You just come here, and all the equipment and instructors have been provided by us.

Fun climbing, not a tourist program without risk, you are also required to always be alert to the variety of possibilities that may occur, even though 99% of all the factors of safety are met, there is still 1% factor that can not be prevented, the destiny of the Almighty.


So instead we scare you, but we just remind that this sport is a dangerous sport and you have to understand that, even if we make it fun



Climbing Tour

Sebuah program wisata panjat tebing yang di desain khusus untuk wisatawan yang ingin merasakan ekspedisi panjat tebing yang sebenarnya di dinding Gunung Parang.

Disini anda kami ajak untuk memanjat dan tidur di atas tebing dengan menggunakan peralatan khusus dan ditemani oleh para guide kami yang telah berpengalaman.

Program ini akan disesuaikan dengan kebutuhan anda, apakah ingin ke Puncak Gunung Parang atau hanya ingin melewati malam di dinding Gunung Parang, semua terserah anda yang mengatur, dan kami akan menemani anda selama berpetualang disini.

~~~~~~~~

A rock climbing tour program designed specifically for tourists who want to experience the real rock climbing expedition on Mount Parang wall.


Climbing Tour
Here we invite you to climb up and sleep on top of a cliff by using special equipment and accompanied by our experienced guide.

This program will be tailored to your needs, whether you want to the summit of Mount Parang or just want to spend the night on the wall Mount Parang, all up to you the set, and we will accompany you during the adventure here.






Thursday, August 13, 2015

Ada Kursus Gratis Panjat Tebing di Badega

Semenjak awal berdiri sampai saat ini, sudah beberapa kali Badega Gunung Parang memberikan kursus panjat tebing bagi para pemula, belajar mulai dari cara memanjat tebing sampai dengan belajar mengelola ekspedisi panjat tebing di tebing yang sebenarnya.

Since the beginning of its establishment until today, has several times Badega Mount Parang give rock climbing courses for beginners, learn from the climbing techniques up to learn to manage climbing expedition in the bigwall.

Simulasi manajemen tali dan tambatan sebelum praktek di tebing sebenarnya 

Kali ini Badega Gunung Parang sengaja memberikan kursus gratis panjat tebing bagi para anak-anak muda Purwakarta dan sekitar gunung Parang untuk lebih mengenalkan dunia panjat tebing, disamping menggali potensi dan bakat terpendam mereka untuk meneruskan dan mengelola Badega Gunung Parang di masa mendatang.

This time Badega Gunung Parang intentionally provide a free rock climbing courses for young children from Purwakarta and surrounding mountains Parang to introduce the world of rock climbing, as well as explore their latent potential and talent to continue and manage Badega Gunung Parang in the future.


Peserta Bigwall Climbing Course (Special Program Batch 1)

Awalnya sempat ragu juga untuk memberikan kursus gratis ini, karena selain tidak memiliki dana, juga  tidak ada dukungan sponsor, serta keterbatasan instruktur, akhirnya kursus gratis ini dijalankan juga, namun dengan membatasi jumlah peserta, agar tidak terlalu membludak.
Tidak ada yang tidak mungkin disini, semua jika dilakukan dengan ikhlas, pasti ada jalan, itu yang kami pegang dari awal.

Initially also hesitated to provide free courses, because in addition to not having the funds, nor is there any sponsor support, as well as the limitations of the instructor, finally free course is run as well, but by limiting the number of participants, so as not too booming.
Nothing is impossible here, all if done with sincerity, there is a way, that we hold from the beginning.

Belajar mengelola peralatan panjat tebing

Akhirnya kursus gratis ini bisa berjalan dengan lancar, bahkan para peserta sangat antusias mengikuti program ini, yang rencananya akan terbagi dalam 3 session dan berakhir nanti tanggal 1 Januari 2016.

Finally free course can run smoothly, even the participants were very enthusiastic about joining the program, which will be divided into 3 sessions and ended later date of January 1, 2016.


Simulasi pemanjatan malam hari 

Bukan karena gratis kemudian program kursus ini diberikan asal-asalan, malah kursus ini didesain sedemikian rupa sehingga diharapkan mereka yang berhasil lulus nanti, bisa memahami panjat tebing bukan ala kadarnya, tetapi diharapkan mereka mampu untuk menjadi guide atau instruktur di Badega Gunung Parang.

Not because it is free then program these courses are given at random, even these courses are designed such that they expected a successful graduate can understand rock climbing not perfunctory, but they are expected to be able to guide or instructor in Badega Mount Parang.

Photos Bigwall Climbing Course - Special Program Batch 1 (2015)




Wednesday, September 3, 2014

Dari Itali hanya untuk Gunung Parang

Giacommo on Mt Parang

Sebuah email terlihat di kotak masuk dengan judul subyek yang cukup aneh, awalnya dikira email SPAM, ternyata email dari seorang yang bernama Giacommo Vioretti dari Itali yang menanyakan tentang Gunung Parang.

Singkat kata, korespondensipun berlangsung antara kami dengan teman baru dari Itali ini, Giacommo, yang ingn berkunjung ke Gunung Parang dan memanjatnya, namun sayangnya semua peralatannya tertinggal dinegaranya, dan dia saat ini berada di Singapura untuk transit, dia ingin mencari penyewaan alat panjat tebing di Indonesia.
Hal yang tidak terlalu sulit untuk kami penuhi, karena Badega Gunung Parang memiliki beberapa set peralatan panjat tebing dari ‘hibah’ beberapa pemanjat, dan sengaja untuk disewakan.

Tepat pada waktunya, kami menjemput Giacommo langsung dari Bandara Internasional Cengkareng. Betapa terkejutnya kami, karena tidak menyangka Giacommo adalah seorang yang jauh dari postur pemanjat yang biasanya berdandan berantakan, namun dia sangat rapih seperti eksekutif muda. Dengan sopan kami menyapanya, dan langsung membawanya menembus kemacetan Jakarta langsung ke Badega Gunung Parang di Purwakarta.

Pagi-pagi sekali setelah sarapan pagi ala kampung, dia terlihat semangat meminta salah satu guide panjat tebing kami untuk menemaninya memanjat dinding tower 3, dan terlihat diatas sana mereka berdua sangat menikmati pemanjatan hari ini.

Malampun menjelang, setelah makan malam dengan nasi liwet yang hangat, tamu kami yang cukup ganteng ini terlihat sudah bergabung dengan para Badega (sebutan kami kepada warga kampung yang bertugas melayani tamu) mengobrol dan bercanda, dan malam itu kehangatan antar bangsa dan kekacauan bahasa menjadi penghibur kami semua.

Pagi sekali, Giacommo dan guide kami sudah menuju dinding tower 2 untuk mencoba jalur pemanjatan disana, namun sayang sekali cuaca sangat tidak mendukung, hujan turun dengan derasnya dan menghentikan langkah mereka untuk memanjat.
Kembali ke Bale Semah, Giaccomo bercerita akan mengajak sahabatnya di Singapura untuk kembali memanjat dinding tower 2, karena merasa penasaran.

Oleh-oleh dari Gunung Parang bersama Giacommo

Dua haripun terasa cepat, dan tiba saatnya kami harus berpisah dengan tamu kami yang ganteng ini. Kami merasa belum dapat memberikan yang terbaik, namun dengan santainya dia memberikan dukungan untuk terus berkembang dan mempertahankan keaslian alam disini, karena inilah kekayaan yang dimiliki Badega Gunung Parang.

Ciao…see you next trip friend!


Tuesday, August 5, 2014

Catatan Penting Untuk Para Pemanjat Tebing Gunung Parang

Catatan penting untuk para pemanjat tebing yang akan memanjat Gunung Parang dari investigasi kecelakaan panjat tebing yang terjadi hari minggu, 3 Agustus 2014, 19.30 WIB di Tower 2 Gunung Parang kemarin: 


(1) Jika ingin menggunakan helm saat memanjat, gunakan helm yang benar dan khusus bukan helm 'ember plastik'. Karena setidaknya akan menyelamatkan kepala dari benturan atau tertimpa batu / benda keras lainnya.




 (2) Gunakan sepatu panjat / sepatu olah raga (yang penting layak dan aman) jika turun dari tebing, bukan sandal agar tidak terpeleset dan memudahkan kontrol kaki di tebing.




(3) Cek semua sistem dan prosedur turun tebing yang benar sebelum turun dari tebing, jangan terburu-buru / panik, tetap tenang dan fokus.




(4) Gunakan 'headlamp' untuk setiap pemanjat 

tebing, jangan berbagi 'headlamp' jika harus turun dari tebing saat hari sudah gelap / malam hari.

(5) Bawalah bekal / air yang cukup untuk menghindari kelaparan / dehidrasi di atas tebing.


(6) Hormati adat dan kebiasaan di Gunung Parang, Jaga Sikap dan bertindaklah yang sopan dan santun seperti layaknya orang timur. 


(7) Akhirnya berdoalah, semoga keselamatan selalu mendampingi kita semua.


Monday, August 4, 2014

Salah seorang pemanjat tebing kecelakaan di Tower 2, Gunung Parang

Salah seorang pemanjat tebing dari salah satu universitas di Jakarta, mengalami kecelakaan di Tower 2, Gunung Parang.

Kecelakaan yang terjadi pada jam 19.30 WIB, Minggu, 3 Agustus 2014, di jalur 240, Tower 2, ini diakibatkan oleh kelalain pemanjat sendiri dalam memasang pengaman pada saat turun tebing dan mengabaikan peraturan yang berlaku selama di Gunung Parang.

Pada saat menerima panggilan evakuasi dari tim Pemanjat, pihak Badega Gunung Parang segera meluncur menuju Tower 2, dan menemukan pihak korban sudah tergeletak di tanah dengan kondisi mengenaskan dan helm pengaman pecah.
Segera setelah korban di evakuasi dari Gunung Parang, pihak Badega Gunung Parang segera membawa korban ke rumah sakit terdekat untuk diberikan penanganan medis.
Bersyukur bahwa korban masih bisa menghirup udara segar, dan sejauh yang diperkirakan mengalami memar tulang belakang. 

Dari hasil investigasi sementara yang dilakukan pihak Badega Gunung Parang, diketahui korban tidak mengaitkan pengaman turun dan terlepas dari tali pengaman sehingga jatuh bebas dari ketinggian kurang lebih 50 meter.

Namun ada satu pelajaran yang patut di ambil bagi para pemanjat tebing yang memanjat Gunung Parang untuk tetap mematuhi peraturan ataupun pantangan yang berlaku serta mengikuti petunjuk yang diberikan oleh pihak Badega Gunung Parang.
Karena bagaimanapun kondisi alam Gunung Parang masih cukup liar dan tidak dapat dipandang sebelah mata.
Selain itu karena sifat olah raga panjat tebing sendiri adalah olah raga yang ekstrim yang dapat berakibat kematian.



Tuesday, July 1, 2014

Informasi Untuk Para Pemanjat Tebing di Gunung Parang

Disarankan untuk para pemanjat tebing yang ingin memanjat Gunung Parang baik di Tower 1, 2, dan 3, ataupun ingin mendaki Gunung Parang dari jalur trekking untuk mengikuti beberapa petunjuk dibawah ini untuk kenyamanan dan keselamatan selama beraktifitas di Gunung Parang;


It is recommended for all  climbers who want to climb Mount Parang both in Tower 1, 2, and 3, or want to climb Mount Parang from trekking path to follow some of the instructions below for the comfort and safety during the activity at Mount Parang;


Climbing Route on Tower 2 Mt. Parang


# Daftarkan diri anda atau team anda di Badega Gunung Parang terlebih dahulu, agar jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pihak Badega Gunung Parang dapat segera berkordinasi dengan pihak terkait baik berupa evakuasi, penyelamatan, maupun pengamanan.

# Register yourself or your team in Badega Gunung Parang beforehand, so if there is something undesirable side, Badega Gunung Parang can immediately coordinate with related parties in the form of evacuation, rescue, and security.

# Hormatilah adat istiadat setempat, jagalah sikap serta patuhi nasehat para orang tua disini selama berada di kawasan Gunung Parang, karena Gunung Parang bukan hanya kita yang mendiami, tetapi semua makhluk hidup.

# Respect local customs, keep your attitude and obey the advice of the parents here while in the area of Mount Parang, because Mount Parang not just us who inhabit, but all living things.

# Berilah waktu pemanjat / team pemanjat yang lebih awal memanjat di jalur panjat yang yang sama yang akan dipanjat oleh anda / team anda, untuk menyelesaikan pemanjatan sampai selesai, dan barulah anda / team anda memanjat rute tersebut. 
Hal ini untuk mencegah terlalu ramainya jalur pemanjatan, serta berlebihnya beban pada masing-masing anchor (tambatan) di masing-masing pitch (teras).

# Give an earlier climber / team climbing on the same track that will be climbed by you / your team, to finish the climb, and then you / your team can climbing the route.

This is to prevent too crowded climbing route, as well as the excessive load on each anchor on each pitch (terrace).

# Jangan mengambil pengaman yang ditinggal di jalur pemanjatan seperti Hanger dan Karabiner yang bukan milik anda, karena bisa jadi hal itu disengaja oleh pemanjat sebelumnya untuk pengaman pemanjat berikutnya.

# Do not take all gears / tools left in the climbing route like Hanger and Carrabinner that does not belong to you, because it could be intentional by previous climbers for next climbers.

# Jangan menambah bor / memasang hanger pada jalur panjat yang sudah ada, kecuali menggantinya karena rusak, atau karena faktor keselamatan.
Hal ini bertujuan untuk menjaga dinding Gunung Parang dari kerusakan karena bor yang berlebihan, serta faktor keselamatan dikarenakan banyak batang-batang ramset yang tidak tercabut karenanya.

# Do not add drill / installing hangers on existing climbing route, except to replace it because it is damaged, or because of the safety factor.

It aims to keep the walls of Mount Parang from damage due to excessive drill, as well as the safety factor because many rods Ramset are not deprived thereby.

# Bawalah peralatan yang memadai dan memenuhi syarat untuk memanjat, jangan menggunakan peralatan yang sudah rusak, karena akan membahayakan nyawa anda.

# Bring adequate equipment and qualified to climb, do not use equipment that is damaged, because it would endanger your life.

# Bawalah logistik (makanan/minuman/jaket/ kaos/celana) yang cukup jika anda dan team memutuskan menginap di atas (flying camp) dinding Gunung Parang, jangan paksakan diri anda untuk memanjat jika sudah lelah.

# Bring logistics (meal/drink/jacket/shirt/pant)  if you and the team decided to stay at the top (the flying camp) wall Mount Parang, do not force yourself to climb if it is tired.

# Tetap fokus dan selamat sampai kembali ke rumah.

# Stay focused and safely return home.

PERINGATAN: Pemanjatan Tebing dan Pendakian Gunung adalah kegiatan / olahraga yang berbahaya yang bisa menyebabkan kematian, dan setiap pendaki gunung / pemanjat tebing dianggap mengerti dan bertanggun jawab terhadap semua resiko yang mungkin terjadi dalam kegiatan / olaraga ini.
 BADEGA GUNUNG PARANG tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi dalam bentuk apapun terhadap aktifitas yang dilakukan para pendaki / pemanjat tebing di Gunung Parang.

Wednesday, March 19, 2014

Jalur sejuta umat di Tower 3


Rute Pemanjatan - Kopassus (Tower 3)
.
Ada beberapa jalur pemanjatan di Gunung Parang, tetapi ada satu jalur pemanjatan yang paling populer sampai saat ini yaitu di Tower 3, rute pemanjatan ini lebih dikenal sebagai jalur Kopassus.

Karena awalnya memang dirintis oleh Skygers bersama-sama TNI Kopassus, selanjutnya digunakan oleh mereka berlatih disini beberapa kali, sebelum akhirnya Pasukan Khusus TNI ini pindah ke Tower 2 untuk lokasi latihannya.

Dan sesuai dengan perkembangannya, jalur ini sempat direstorasi oleh beberapa pemanjat lainnya sampai dengan kondisi yang sekarang.

Sayang sekali hal ini tidak terdokumentasikan dengan baik sebelumnya, sehingga, pihak Badega Gunung Parang kesulitan siapa-siapa saja pihak yang membuat sampai dengan merestorasi jalur ini.

Sampai sekarang jalur ini relatif lebih ramai dikunjungi daripada jalur-jalur pemanjatan lainnya yang ada di sekitar Gunung Parang, karena relatif lebih dekat aksesnya dan lebih sesuai untuk para pemula belajar, meski tidak mudah untuk dipanjat.

Jalur Kopassus memiliki tingkat kesulitan bervariasi dari Grade 5.8 sampai dengan 5.11 di beberapa etape pemanjatan.
Dengan jumlah teras (pitch) 8 sampai dengan 9 jika ingin diteruskan ke puncak Tower 3.
Namun biasanya para pemanjat menyelesaikan pemanjatan pada teras ke 7 karena selebihnya harus memanjat semak belukar.


Tipe Jalur Sport

Jalur ini sudah terpasang bor pengaman dari bawah sampai atas dengan kondisi beberapa di pitch 3 ke atas sudah sedikit berkarat, namun masih bisa dipakai sebagai pengaman. 
Kedepannya akan segera direstorasi oleh pihak Badega Gunung Parang untuk meningkatkan faktor keselamatan pemanjatan nantinya.
Dengan bor yang terpasang dari bawah sampai atas, jalur ini bisa dikategorikan jalur sport. 
Namun tidak menutup kemungkinan, di beberapa titik jika pemanjat ragu bisa menggantikannya dengan alat pengaman pegas (Friend / Cam) atau paku (piton).



Jalur Panjat ke Teras 1
Di awali dengan celah memanjang tegak lurus ke atas, pemanjatan dilakukan. Di etape ini pemanjat banyak menggunakan teknik menjejal tangan dan kaki pada celah tersebut. Dan teknik ini berakhir sampai pada teras pertama.


Teras Kedua - Ketiga

Dari teras kedua, pemanjat dapat melanjutkan pemanjatan dengan memanfaatkan beberapa rekahan maupun tonjolan yang cukup banyak.
Kemiringan dinding sekitar 60' - 70 dengan Grade sekitar 5.9,  cukup mudah dilalui jika pemanjat dapat memanfaatkan keseimbangan disini.
Sampai akhirnya pemanjat dapat beristirahat di teras kedua.


Jalur Panjat ke Teras 2



Jalur Air Terjun


Pada etape teras kedua dan ketiga pemanjat tidak akan menemukan kesulitan yang berarti, karena pengaman bor cukup banyak. Dan tingkat kesulitan masih berkisar di 5.9, relatif tidak begitu sulit bagi para pemula.

Namun memasuki etape teras ketiga dan keempat, pemanjat akan menemui sedikit kesulitan (Crux) di bagian celah besar.
Karena pada rute ini jika hujan turun menjadi air terjun mini, dan cukup merepotkan jika harus memanjatnya.
Jalur Panjat ke Teras 3

Jalur Panjat ke Teras 4
Namun jika cuaca cerah, jalur ini juga tidak kalah menyulitkan karena pegangannya yang minim, dan jika ingin mudah dapat melalui celah yang besarnya tubuh orang dewasa. 

Di teras keempat, pemanjatan dilanjutkan dengan berpindah (traverse) ke kiri, menyusur celah dibawah dinding menggantung (overhang) dan menjumpai selanjutnya teras kelima yang jaraknya hanya sepuluh meter.




Bolt to Bolt

Pemanjatan dari teras kelima dan keenam, dilanjutkan dengan teknik pemanjatan menggunakan alat / tangga (aid climbing), karena pemanjat harus melaluinya dengan mengaitkan tangga dari hanger satu ke hangar lainnya sampai mencapai teras keenam.

Jalur ini lebih dikenal dengan jalur 'bor tu bor' (bolt to bolt). 


Jalur Panjat ke Teras 6

Di teras ke enam, pemanjatan bisa dilanjutkan dengan melalui celah yang banyak ditumbuhi semak belukar, dan selanjutnya bisa bermalam dibawah ceruk batu jika ingin bermalam diatas sana, untuk melanjutkan pemanjatan dihari berikutnya, atau bisa langsung turun lagi ke bawah.


Semua tergantung keputusan dan kondisi fisik masing-masing pemanjat.






Cuaca terbaik

Adalah bulan Juni - September, cuaca terbaik untuk memanjat di Gunung Parang.
Mengingat di luar bulan-bulan itu, hujan akan sangat mengganggu pemanjatan, karena menyebabkan batuan andesit ini sangat licin.

Dan disarankan jika memanjat di musim panas, para pemanjat untuk membawa air yang banyak karena akan lebih mudah terserang dehidrasi.


Jalur Panjat ke Teras 7






Pengaman lainnya

Disarankan untuk membawa pengamanan cadangan seperti pengaman pegas (friend / cam) atau pengaman paku (piton), atau pengaman penjejal (chockstone), jika ingin memanjat rute pemanjatan lainnya.

Untuk keselamatan, disarankan juga membawa bor (Rockpack / Hand Drill) dengan beberapa mata bor dan penggantung (hanger).






Jangan tinggalkan sampah

Untuk para pemanjat yang memanjat di Gunung Parang, disarankan untuk membawa sampah-sampahnya kembali turun. 
Hal ini untuk menjaga kelestarian dan kebersihan tebing Gunung Parang agar bisa dinikmati para pemanjat berikutnya.


Informasi

Silahkan menghubungi pihak Badega Gunung Parang (+62 8787 4708230)  jika ada pertanyaan, klarifikasi, dan konfirmasi atas jalur ini.

Wednesday, March 12, 2014

Badega Gunung Parang menjadi benteng terakhir di Gunung Parang



Tidak banyak yang mengira, ternyata di dekat Purwakarta, sebuah gunung batu andesit raksasa berada. Gunung yang lebih dikenal dengan nama Gunung Parang, memiliki ketinggian sekitar 900 meter dari permukaan laut.

Gunung batu ini awalnya dikenal di kalangan para pemanjat tebing sejak era tahun 1980-an, dan disamping itu gunung ini juga dikenal di kalangan para peziarah situs-situs bersejarah yang banyak bertebaran di sekitar gunung Parang.
Sebutlah situs makam Nyi Rongge, situs Ki Pat Tinggi, situs Guha Belanda, dan masih banyak situs-situs lainnya yang belum teridentifikasi lebih lanjut sampai sekarang.

Belum lagi hutan yang bertebaran di kaki Gunug Parang, merupakan miniatur hutan tropis yang bermukim ratusan spesies binatang dan tanaman yang sebagian besar adalah dilindungi, seperti Elang Jawa.

Adalah sebuah langkah yang bijak dan tepat, jika inisiatif warga kampung Cihuni yang tergabung dalam Badega Gunung Parang, mencoba menjaga dan melindungi keberadaan Gunung Parang ditengah kondisi penambangan batu yang banyak bertaburan disekitarnya.

Kini hanya tinggallah waktu yang menentukan, apakah Badega Gunung Parang, sebagai benteng terakhir keberadaan Gunung Parang, dapat mempertahankan keberadaan dan kelangsungan hidup beragam spesies, situs bersejarah, seni dan budaya sunda, dan arena panjat tebing terbesar di Indonesia tersebut.

Hanya waktu nanti yang berbicara. 









Monday, January 13, 2014

Wilujeng Sumping Kawan!

DSCN3736 by kampung.cihuni
DSCN3736, a photo by kampung.cihuni on Flickr.
Kesederhanaan dalam menikmati alam, tidak harus pergi jauh ke hutan atau pedalaman.
Bahkan harus terbang melintas benua atau pulau hanya mengejar keindahan.
Tengoklah ke Purwakarta, disana ada sebuah wisata kampung yang sederhana tetapi memiliki pemandangan yang spektakular. Dialah Badega Gunung Parang

Monday, October 28, 2013

Berawal dari sebuah mimpi

Semua berawal dari sebuah mimpi kami yang mungkin tidak akan pernah terwujud jika kami hanya duduk-duduk saja di warung kopi teman kami Pak Umin.
Sudah terlalu banyak cerita dan janji yang diberikan kepada kami, namun tidak ada satupun yang terwujud.

Dan kamipun hampir putus asa, dari mulai Kang Yunus, yang mantan preman dan tukang bikin ribut di kampung, Kang Wawan yang calon lurah gagal saat pilkada kemarin, Kang Suher yang supir angkot, serta Kang Umin yang mantan RK dan menjadi tetua disini.
Kami yang sehari-hari hidup di Kampung Cihuni, merasa selama ini hanya sebagai penonton, dan saatnya kami harus bangkit untuk memperbaiki kehidupan Kampung Cihuni menjadi lebih baik, karena kami sadar jika kami tua kelak di kampung inilah kami menghabiskan sisa hidup kami.


Friday, October 25, 2013

Selamat datang di Kampung Cihuni


Selamat datang di Kampung Cihuni...
Sebuah kampung di kaki Gunung Parang, yang berlokasi di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia.

Disini kami memulai sebuah mimpi membangun kampung kami menjadi sebuah tempat pariwisata. Sebuah mimpi yang mungkin dianggap gila oleh kawan, saudara, tetangga kami sendiri.

Tapi bukankah sebuah karya besar berawal dari sebuah mimpi....