Showing posts with label kampung cihuni. Show all posts
Showing posts with label kampung cihuni. Show all posts

Wednesday, September 3, 2014

Dari Itali hanya untuk Gunung Parang

Giacommo on Mt Parang

Sebuah email terlihat di kotak masuk dengan judul subyek yang cukup aneh, awalnya dikira email SPAM, ternyata email dari seorang yang bernama Giacommo Vioretti dari Itali yang menanyakan tentang Gunung Parang.

Singkat kata, korespondensipun berlangsung antara kami dengan teman baru dari Itali ini, Giacommo, yang ingn berkunjung ke Gunung Parang dan memanjatnya, namun sayangnya semua peralatannya tertinggal dinegaranya, dan dia saat ini berada di Singapura untuk transit, dia ingin mencari penyewaan alat panjat tebing di Indonesia.
Hal yang tidak terlalu sulit untuk kami penuhi, karena Badega Gunung Parang memiliki beberapa set peralatan panjat tebing dari ‘hibah’ beberapa pemanjat, dan sengaja untuk disewakan.

Tepat pada waktunya, kami menjemput Giacommo langsung dari Bandara Internasional Cengkareng. Betapa terkejutnya kami, karena tidak menyangka Giacommo adalah seorang yang jauh dari postur pemanjat yang biasanya berdandan berantakan, namun dia sangat rapih seperti eksekutif muda. Dengan sopan kami menyapanya, dan langsung membawanya menembus kemacetan Jakarta langsung ke Badega Gunung Parang di Purwakarta.

Pagi-pagi sekali setelah sarapan pagi ala kampung, dia terlihat semangat meminta salah satu guide panjat tebing kami untuk menemaninya memanjat dinding tower 3, dan terlihat diatas sana mereka berdua sangat menikmati pemanjatan hari ini.

Malampun menjelang, setelah makan malam dengan nasi liwet yang hangat, tamu kami yang cukup ganteng ini terlihat sudah bergabung dengan para Badega (sebutan kami kepada warga kampung yang bertugas melayani tamu) mengobrol dan bercanda, dan malam itu kehangatan antar bangsa dan kekacauan bahasa menjadi penghibur kami semua.

Pagi sekali, Giacommo dan guide kami sudah menuju dinding tower 2 untuk mencoba jalur pemanjatan disana, namun sayang sekali cuaca sangat tidak mendukung, hujan turun dengan derasnya dan menghentikan langkah mereka untuk memanjat.
Kembali ke Bale Semah, Giaccomo bercerita akan mengajak sahabatnya di Singapura untuk kembali memanjat dinding tower 2, karena merasa penasaran.

Oleh-oleh dari Gunung Parang bersama Giacommo

Dua haripun terasa cepat, dan tiba saatnya kami harus berpisah dengan tamu kami yang ganteng ini. Kami merasa belum dapat memberikan yang terbaik, namun dengan santainya dia memberikan dukungan untuk terus berkembang dan mempertahankan keaslian alam disini, karena inilah kekayaan yang dimiliki Badega Gunung Parang.

Ciao…see you next trip friend!


Sunday, August 17, 2014

Berpetualang Keliling Gunung Parang Dengan Sepeda

Berkeliling Gunung Parang Dengan Sepeda (Photo by Adrianus K.W)
Ingin merasakan rute sepeda keliling Gunung Parang, datanglah ke Purwakarta. 

Disana anda dapat merasakan bagaimana rasanya tanjakan demi tanjakan dan tikungan patah saat turun menemani anda disana.

Anda bisa memulainya dari beberapa rute akses ke Badega Gunung Parang, bisa lewat Cilalawi, Simpang atau Ciakar. Untuk lebih detailnya peta rute ke Badega Gunung Parang bisa dilihat disini.

Semua rute akses memiliki karakter tanjakan dan turunan masing-masing, jalanan yang bergelombang ataupun halus akan banyak ditemui disini.


Rute Sepeda lewat Ciakar dan Simpang dengan pos istirahat di Badega Gunung Parang (By Adrianus KW)

Jika anda melewati rute Simpang atau Ciakar, kendaraan atau mobil anda bisa diparkir di Pasar Baru Citeko, disana anda bisa titip ke Satpam / Petugas Parkir untuk menjaga mobil atau kendaraan anda.


Ecekeble and Friends (Photo by Adrianus K.W)

Jika anda lewat Simpang, rute tanjakan yang akan dilalui melewati jalanan tanah yang sering dilalui truk proyek pengangkut batu, dan anda bisa beristirahat di lokasi Badega Gunung Parang.

Selanjutnya lepas dari lokasi Badega Gunung Parang, jalanan akan menurun dan berliku-liku melewati hutan karet dan pedesaan dengan rute jalanan yang cukup halus sampai akhirnya di Ciakar.

Anda bisa memilih start dengan rute tanjakan jalan tanah dan bergelombang, dan berakhir dengan turunan jalanan halus, atau sebaliknya. 

Terserah anda.


Temukan pemandangan spektakuler selama berada di lingkar Gunung Parang

Jika melewati Cilalawi, maka rute tanjakan / turunan akan melalui jalanan halus sampai anda menemui pertigaan turun lewat Ciakar atau turun lewat Simpang.




Melepas lelah dengan Nasi Liwet dan Kelapa Muda

Apapun rute yang anda pilih, jangan lupa untuk mampir menikmati kelapa muda dan nasi liwet di Badega Gunung Parang.

Dan nikmati alam Gunung Parang, seolah waktu akan berakhir hari ini !

Thanks for Visiting Us

Untuk informasi tentang rute, silahkan jangan ragu-ragu menghubungi kami di +62 8787 4708230


Saturday, August 2, 2014

Situs Megalitikum Gunung Parang

Gunung Parang bukan hanya sekedar gunung batu andesit dengan pemandangan yang eksotis. 

Disini juga banyak tersebar beberapa situs megalitikum dan lokasi-lokasi yang banyak menyimpan misteri dan sejarah, bahkan berkah bagi para peziarah.
Beberapa sudah dapat diidentifikasi, dan beberapa masih tetap misteri yang belum terpecahkan.

Lebih detail baca disini

Tuesday, July 29, 2014

Ayo memanjat di Gunung Parang

Gunung Parang sudah tidak lagi mengerikan dan seram seperti dahulu kala. Kini salah satu gunung batu yang tertinggi di Indonesia, sudah lumayan ramah untuk dikunjungi oleh siapa saja.

Topo Climbing Mt. Parang Tower 2
Gunung Parang ke Pentas Dunia

Diakui atau tidak diakui, berkat tangan dingin para warga yang tergabung dalam komunitas Badega Gunung Parang. Kini Gunung Parang di sulap dari gunung batu yang dingin dan seram, menjadi sebuah surga bagi setiap orang yang berkunjung.
Disini sudah disediakan beragam fasilitas bagi para pengunjung mulai dari tempat menginap, warung makanan, kamar mandi, bahkan penyewaan alat panjat tebing.

Memang jauh dari sempurna, namun langkah awal untuk mengenalkan Gunung Parang ke pentas dunia, layak untuk diacungi jempol karena semua inisiatif berasal dari warga kampung, yang mayoritas tidak memiliki latar belakang pendidikan pariwisata atau pendidikan formal lainnya.

Meski sudah tertata dengan baik, Badega Gunung Parang kini mulai mendata beberapa jalur-jalur panjat yang sudah dibuat oleh para pemanjat tebing, terutama yang layak untuk dipanjat atau yang harus direstorasi kembali.
Terutama untuk pengaman bor dan hanger yang sudah berkarat, satu demi satu di ganti dengan yang baru oleh Badega Gunung Parang dengan modal dan tenaga sendiri.
Tujuannya untuk keselamatan para pemanjat tebing yang memanjat jalur-jalur tersebut.

Restorasi Jalur Panjat baru Di Tower 3

Proyek Sosial

Proyek sosial pendataan jalur panjat dan penggantian pengaman bor memang masih jauh dari selesai, karena kekurangan tenaga dan dana. Namun dengan semangat untuk mengembangkan wilayah Gunung Parang, seluruh Tenaga dan Dana yang adapun tetap dimaksimalkan, menurut para Badega, sampai keringat dan darah penghabisan demi hidup lebih baik.

Sejauh ini, data rute pemanjatan Gunung Parang bisa di lihat di halaman ini.

Dan beberapa jalur panjat baru juga sudah dibuka di sebelah kiri jalur sejuta umat di Tower 3.
Namun baru selesai sampai di Pitch 4, rencananya akan diteruskan sampai ke puncak Tower 3.

Tertarik untuk bergabung membuka jalur baru ? 

Silahkan hubungi Badega Gunung Parang di +62 8787 4708230

Ikuti Saran Badega

Meski Gunung Parang sudah tidak menyeramkan lagi, namun para pemanjat tebing di sarankan untuk tetap berhati-hati dan memprioritaskan keselamatan. Karena biasanya kecelakaan di tebing dikarenakan faktor ceroboh dan lalai. 

Belum Ada Jalur Panjat disini, Silahkan dibuka

Ikutilah saran dari para Badega Gunung Parang, karena mereka lebih tahu kondisi dan karakter Gunung Parang sehari-hari.
Jangan pernah menyepelekan kondisi dan lingkungan Gunung Parang, karena sewaktu-waktu bahaya tetap mengancam para pemanjat tebing.

Gunung Parang memang bukan milik Badega Gunung Parang, tetapi milik Sang Khalik Penguasa Alam Semesta, Allah SWT.
Jadi tetaplah dijaga dan dirawat agar Gunung Parang dapat memberikan kontribusi dan kehidupan bagi semua orang.

Nah ... Ayo memanjat di Gunung Parang !

Belum Ada Jalur Disini... Tertarik ?

Gerbang masuk ke dinding tower 3 untuk membuka jalur baru





Monday, July 28, 2014

Pilih petualanganmu di Badega Gunung Parang

Gunung Parang memiliki beragam pesona, dari mulai alamnya yang eksotis, seni budayanya yang khas sunda, sampai dengan penduduknya yang ramah.
Membuat siapa saja yang berwisata disini jatuh cinta pada Gunung Parang.

Sudah tidak terhitung wisatawan dari mancanegara ataupun nasional menghabiskan waktunya di Badega Gunung Parang. 
Hanya sekedar memanjat tebing, menikmati alamnya, atau mungkin hanya bermalas-malasan menghabiskan waktunya disini.

Tor & Diana, dua sejoli dari Denmark yang kompak di dapur

Sebut saja dua sejoli dari negara musim dingin dari benua Eropa, Denmark, Tor dan Diana. Yang menghabiskan waktunya hampir dua minggu hanya untuk menikmati keeksotisan alam Gunung Parang dan sekitarnya. 

Diana yang ahli memasak makanan Vegetarian, memasak sendiri makanannya di dapur

Mereka sepertinya larut dalam kehidupan kampung ala Badega Gunung Parang. Bergaul bersama penduduk sekitar, menikmati makanan kampung, bahkan ikut berlebaran di tengah kampung Cihuni.

Dua sejoli yang menghabiskan liburan musim dingin di Badega Gunung Parang

Ditengah arus arus modernisasi yang demikian deras dan pengrusakan alam yang menggerus sebagian wilayah Tegalwaru sekitarnya atas nama ekonomi dan kesejahteraan.
Badega Gunung Parang mencoba memberikan dan menunjukkan kepada semua tamu dan warga kampung bahwa alam tidak perlu dirusak, gunung tidak perlu dihancurkan, kampung harus di rawat, karena itu akan memberikan manfaat bagi semua kehidupan dan memberikan dampak ekonomi juga bagi masyarakat.

Tor dan Diana adalah salah satu dari sekian banyak tamu kami yang memilih petualangannya di Badega Gunung Parang, dan mereka memilihnya dan mereka menikmatinya!


Pilih petualanganmu di Badega Gunung Parang


Sebuah kenikmatan berliburan yang tidak ada basa-basi disini.


Kuliner di kaki Gunung Parang

Sebutlah anda saat ini berada di bawah kaki Gunung Parang, di sebuah surga yang hilang. Dari beragam kegiatan petualangan dan aktifitas yang telah anda lakukan, kini saatnya untuk mengisi perut anda.


Nasi Liwet ala Badega Gunung Parang (Photo Courtesy by Adrianus Kus Widjayanto)
















Yang patut anda coba adalah makan nasi liwet lengkap dengan sambal, teri, tahu, dan tempe, serta lalapan segar. Memang sederhana sekali menunya, tetapi jangan salah, disinilah kenikmatannya dan rasakan sensasinya!

Dan setelah kenyang, anda bisa menikmati camilan Pisang Goreng dengan seduhan Teh Poci hangat, sambil memandangi panoraman Gunung Parang yang memikat.

Sudah Selesai ?



Pisang Goreng & Teh Poci Badega Gunung Parang (Photo Courtesy by Adrianus Kus Widjayanto)

Petulangan kuliner masih belum selesai disini...


Anda bisa bertandang ke rumah-rumah penduduk dan merasakan Tape Ketan 'ala' Kampung Cihuni, yang katanya memiliki rasa unik dan edan se Purwakarta dan kampung-kampung lainnya. 


Konon keunikan rasanya dikarenakan di masak menggunakan mata air Gandasoli Kahuripan yang terletak di kaki Gunung Parang. Dan mata air ini berasal langsung dari dalam bumi dan keluar melalui rekahan-rekahan batu Gunung Parang. 


Dahsyat !



Tape Ketan Cihuni & Kelapa Muda (Photo Courtesy by Ida Lim)

Akhirnya, kita tutup petualangan kuliner dengan meminum air kelapa muda langsung yang diambil dari pohon kelapa yang banyak tumbuh disana.

Hmm... Nikmat sudah hidup ini..


Selamat Hari Raya Idul Fitri (Happy Eid Mubarak 1435 Hijriah)


Seluruh Keluarga
BADEGA GUNUNG PARANG
mengucapkan 
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriah
Mohon Maaf Lahir dan Batin
Semoga amal ibadah kita selama bulan Ramadhan diterima disisi Nya dan mengampuni segala dosa, kilaf dan kesalahan kita selama ini.

Sabar dan Ikhlas akan segala ujian adalah kunci untuk merengkuh Rahmat Nya
Amin Ya Rabb

Friday, June 13, 2014

Selamat datang di Badega Gunung Parang

Kawasan Wisata Badega Gunung Parang

Sebuah wisata yang unik dan mungkin berbeda dengan tempat wisata lainnya.
Tempat wisata ini memang didesain khusus untuk orang-orang yang menyukai dunia petualangan, mulai dari anak-anak sampai orang tua.

Sawah berumpak yang banyak ditemui di kaki Gunung Parang

Perlu diperingatkan juga kepada anda, bahwa liburan disini tidak akan sama dengan liburan yang pernah dilakukan sebelumnya.
Jika anda ingin pergi ke suatu tempat yang spektakuler, ingin melihat lebih detail sesuatu yang berharga dan masih alami, ingin memiliki pengalaman berpetualang yang belum pernah dilakukan seumur hidup anda, maka disinilah tempatnya.

Welcome to Badega Gunung Parang

Badega Gunung Parang dimiliki dan dikelola oleh orang-orang kampung. 
Jadi jangan harapkan anda akan memperoleh layanan bintang lima, karena disini anda akan dilayani secara kampungan dalam artian yang sesungguhnya.

Anda bisa beraktifitas mulai dari berburu kuliner kampung, berkemah di alam terbuka, belajar menjadi petani sampai belajar panjat tebing. 
Semuanya ada disini.

Jika anda siap 'blangsak' (kata lain dari kami untuk berpetualang), maka disinilah tempatnya.

Selamat datang di Badega Gunung Parang !

Wednesday, March 12, 2014

Badega Gunung Parang menjadi benteng terakhir di Gunung Parang



Tidak banyak yang mengira, ternyata di dekat Purwakarta, sebuah gunung batu andesit raksasa berada. Gunung yang lebih dikenal dengan nama Gunung Parang, memiliki ketinggian sekitar 900 meter dari permukaan laut.

Gunung batu ini awalnya dikenal di kalangan para pemanjat tebing sejak era tahun 1980-an, dan disamping itu gunung ini juga dikenal di kalangan para peziarah situs-situs bersejarah yang banyak bertebaran di sekitar gunung Parang.
Sebutlah situs makam Nyi Rongge, situs Ki Pat Tinggi, situs Guha Belanda, dan masih banyak situs-situs lainnya yang belum teridentifikasi lebih lanjut sampai sekarang.

Belum lagi hutan yang bertebaran di kaki Gunug Parang, merupakan miniatur hutan tropis yang bermukim ratusan spesies binatang dan tanaman yang sebagian besar adalah dilindungi, seperti Elang Jawa.

Adalah sebuah langkah yang bijak dan tepat, jika inisiatif warga kampung Cihuni yang tergabung dalam Badega Gunung Parang, mencoba menjaga dan melindungi keberadaan Gunung Parang ditengah kondisi penambangan batu yang banyak bertaburan disekitarnya.

Kini hanya tinggallah waktu yang menentukan, apakah Badega Gunung Parang, sebagai benteng terakhir keberadaan Gunung Parang, dapat mempertahankan keberadaan dan kelangsungan hidup beragam spesies, situs bersejarah, seni dan budaya sunda, dan arena panjat tebing terbesar di Indonesia tersebut.

Hanya waktu nanti yang berbicara. 









Friday, March 7, 2014

Lupakan basa-basi ala hotel atau resort di Badega Gunung Parang!

Bale Ngaso di Badega Gunung Parang
Jika ke Purwakarta, maka sempatkanlah main ke Badega Gunung Parang, sebuah tempat eksotis di kaki Gunung Parang, tepatnya di Kampung Cihuni, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Purwakarta.
Sekitar 18 km dari pusat kota Purwakarta, atau 3 jam dari Jakarta.

Disini anda dapat menemui sebuah keunikan wisata alam dan petualangan untuk berbagai umur, mulai panjat tebing, trekking ke hutan dan gunung, menjelajah kampung, bermain di sawah dengan kerbau, atau mungkin hanya sekedar beristirahat minum kopi dan makan pisang goreng sambil memandang dinding Gunung Parang yang menjulang ke langit.

Lupakan basa-basi ala hotel atau resort, disini anda tidak akan menemui hal itu.
Anda akan menjumpai keramahan ala kampung, bahkan kampungan sekali serta ala kadarnya, jadi anggaplah anda pulang kampung ke rumah kakek atau nenek.

Nah selamat berpetualang !


Thursday, March 6, 2014

Ngarumat Gunung Parang 2014, Awal sebuah mimpi

Ngarumat Gunung Parang, sebuah festival seni dan budaya sunda di Gunung Parang


Awalnya hanya sebuah mimpi ingin membuat sebuah acara di Gunung Parang. 

Namun dari beberapa diskusi dan candaan kecil dengan grup karinding KASUNDA (Kampung Seni Urang Sunda) yang dipimping Kang Asep, dan akhirnya membuncah dengan beberapa rekan penggiat budaya Sunda seperti Kang Riki Priatna dan Abah Dedi, sampai pada akhirnya dengan beberapa rekan-rekan yang lain seperti Kang Dicky, Kang Wawan, Teh Kanaya
Mimpi ini sedikit demi sedikit mulai menampakkan wujudnya, seperti sebuah bola salju kecil yang menggelinding dari atas puncak gunung, dan semakin menjadi bola salju raksasa.

Foto Bersama Bapak Bupati Purwakarta, H Dedi Mulyadi SH, di kediaman dinas setelah berdiskusi kecil untuk acara Ngarumat Gunung Parang 2014

Ditambah lagi saat Badega Gunung Parang, yang diwakili oleh Kang Wawan, Apih Yunus, Kang Muhi, Mang Kartolo, bertemu dengan Bapak Bupati Purwakarta, H Dedi Mulyadi SH, pada Selasa, 4 Maret 2014 di kediaman dinasnya untuk melaporkan perkembangan kemajuan Badega Gunung Parang.

Disana kami sempat berdiskusi kecil dengan Bapak Dedi tentang sebuah acara mengangkat seni dan budaya Sunda yang hilang, dan ada akhirnya beliau memutuskan untuk mendukung acara ini dan sekaligus dijadwalkan sekaligus pada tanggal 11 April 2014, yang insyaallah akan dihadiri beliau langsung. 
Dalam hati kami, ini benar-benar sebuah berkah dari Allah SWT di awal Maret 2014 untuk Badega Gunung Parang, dimana seorang Pemimpin Daerah menerima kami dari Kampung dan akhirnya mendukung acara ini sepenuhnya, dan disaat kami harus berjuang mati-matian untuk penyelenggaraan acara ini.

Dan persiapanpun dimulai, sekaligus kami harus segera bangun dari mimpi ini untuk segera mewujudkannya.

Jadi jangan pernah takut bermimpi, meski kita bukan siapa-siapa!
  

Thursday, February 13, 2014

Jangan pergi ke Bali, pergilah ke Purwakarta

Kalau hanya untuk melihat sawah berumpak (terasiring) atau hanya berjalan-jalan dipematang sawah hijau yang segar, tidak perlu ke Ubud (Bali), tetapi kunjungilah Badega Gunung Parang, sebuah tujuan wisata di sekitar Purwakarta, tepatnya di Kampung Cihuni, Desa Sukamulya.

Disinilah surga yang hilang itu berada, dengan lanskap yang dikelilingi gunung batu dan sawah berumpak, ditambah dengan kehidupan khas pedesaan, lengkap sudah pemandangan pedesaan tempo dulu yang hanya ada di lukisan atau karya fotografer kelas dunia, tersedia lengkap disini.

Lupakan Bali, berkunjunglah ke Badega Gunung Parang, Purwakarta !