Do you wanna try the Skylodge, a highest living capsule hanging on Mount Parang Indonesia.
Check it out this coverage from BBC before you go here, and try it!
Satu terobosan penting dari Kang Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta, Jawa Barat, yang membuat kami benar-benar hormat dan salut kepada beliau adalah kesederhanaan dan apa adanya, disiplin dalam mendidik anak, tanpa menghilangkan akar rumput dari mana beliau berasal, dan memegang teguh ciri budaya sunda yang arif.
Di Purwakarta, beliau mengajak semua guru dan murid serta orang tua terlibat aktif dalam Pendidikan Vokasional, dimana sang murid dalam satu hari di setiap minggunya diwajibkan mengikuti orang tuanya bekerja dengan tujuan agar mereka mengetahui pekerjaan dan beban yang dipikul orang tua dalam membesarkan mereka, dengan demikian mereka telah belajar untuk lebih arif dan bijaksana, serta menghargai orang tua dari mulai tingkat dasar sekali.
Sebuah pelajaran dan pengalaman yang sangat berharga bagi setiap anak di Purwakarta di tengah arus modernisasi dan serangan budaya urban dan asing, yang mungkin tidak sesuai dengan kearifan budaya bangsa ini.
Bagi kami, ini sebuah pengalaman dan pelajaran juga dalam mengembangkan Badega Gunung Parang dimana kami melibatkan semua aspek dan faktor yang ada di Gunung Parang, dari mulai anak-anak sampai orang tua.
Karena kelak rintisan wisata ini bukanlah untuk kami, tetapi untuk anak-anak dan cucu-cucu kami yang ada di Gunung Parang...dan untuk semua orang !
Kang Dedi Mulyadi (Bupati Purwakarta) bersama sang putra, setelah mencapai puncak Gunung Parang
Mungkin dari sekian banyak pejabat negara dan pemimpin daerah yang berani mengambil resiko untuk melakukan kegiatan memanjat tebing tanpa aturan protokoler kaku hanya beliau seorang, yaitu Bapak Dedi Mulyadi SH, Bupati Purwakarta, Jawa Barat, atau biasa yang dipanggil Kang Dedi Mulyadi.
Pada hari Selasa, 13 Desember 2016, merupakan hari yang bersejarah di Gunung Parang, ketika Kang Dedi mengunjungi Gunung Parang dalam perjalanan dinasnya bersama putranya dan rombongan.
Beliau menyempatkan diri untuk mencoba Via Ferrata di Badega Gunung Parang Basecamp Cirangkong, Purwakarta.
Kang Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta, Jawa barat, mencoba Via Ferrata di Badega Gunung Parang
Bagi kami dan para pemanjat tebing yang ada disana, inilah rekor pertama di dunia untuk panjat tebing dimana seorang pejabat negara dan pemimpin daerah melakukannya seperti layaknya tamu-tamu kami dan orang pada umumnya, tanpa aturan resmi kenegaraan, dan apa adanya.
Sungguh, kami yang ada di Badega Gunung Parang, dibuatnya kaget dan terharu, melihat seorang pemimpin yang begitu sederhana dan apa adanya, menyempatkan diri berkunjung ke tempat kami yang apa adanya, dan mencoba wisata petualangan yang ada disini.
Beliau juga sempat berseloroh bahwa sengaja kemari mengajak anaknya agar tidak menjadi anak yang manja dan sekaligus mengetahui pekerjaan Ayahnya yang tidak hanya duduk di kantor, tetapi juga memanjat tebing seperti yang dilakukannya sekarang.
Pesta Seni dan Budaya di Badega Gunung Parang akan diadakan tanggal 28 Mei 2014, acara yang digagas oleh Badega Gunung Parang dan Pemerintah Kabupaten Purwakarta, akan berlangsung mulai pagi sampai tengah malam.
Acara ini juga diisi oleh bakti sosial (Pengobatan Gratis dan Khitanan Masal) untuk masyarakat sekitar Gunung Parang dan malamnya dilanjutkan dengan acara Apresiasi Seni dan Budaya.
Diharapkan acara ini dapat memberi manfaat bagi masyarakat dan sekali merengkuh beragam tujuanpun tercapai demi pengembangan sosial, ekonomi dan budaya masyarakat di sekitar Gunung Parang.
Kalau hanya untuk melihat sawah berumpak (terasiring) atau hanya berjalan-jalan dipematang sawah hijau yang segar, tidak perlu ke Ubud (Bali), tetapi kunjungilah Badega Gunung Parang, sebuah tujuan wisata di sekitar Purwakarta, tepatnya di Kampung Cihuni, Desa Sukamulya.
Disinilah surga yang hilang itu berada, dengan lanskap yang dikelilingi gunung batu dan sawah berumpak, ditambah dengan kehidupan khas pedesaan, lengkap sudah pemandangan pedesaan tempo dulu yang hanya ada di lukisan atau karya fotografer kelas dunia, tersedia lengkap disini.
Lupakan Bali, berkunjunglah ke Badega Gunung Parang, Purwakarta !