Showing posts with label wisata kampung. Show all posts
Showing posts with label wisata kampung. Show all posts

Wednesday, January 8, 2014

Badega Sapepeuting, Sebuah Festival Rakyat untuk Rakyat

Kaulinan Anak-Anak Badega Gunun Parang

Sebuah Festival Rakyat yang digelar oleh BADEGA GUNUNG PARANG di Kampung Cihuni pada penghujung tahun 2013, disambut sangat meriah dan antusias oleh warga dan wisatawan.

Di festival ini, seluruh warga kampung Cihuni seolah berlomba untuk meramaikan acara mulai dari pasar jajanan tradisional, permainan seni tetunggulan, sampai dengan seni Kaulinan anak, dan bahkan seni Karinding yang diusung oleh KASUNDA (Kampung Urang Sunda) mendapat tempat dan perhatian warga serta wisatawan yang datang.


Seni Tetunggulan dimainkan oleh Ibu-Ibu Kampung Cihuni

Rencananya festival rakyat ini akan digelar sekali dalam setahun di Kampung Cihuni oleh Badega Gunung Parang untuk menghormati dan mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Sang Kuasa selama setahun penuh bagi warga kampung Cihuni dan sekitarnya.



Seni Karinding oleh KASUNDA

Acara yang baru pertama kali digelar di Kampung Cihuni ini adalah murni acara yang diselenggarakan oleh Warga untuk Warga guna mengangkat citra pariwisata di sekitar Gunung Parang dan Purwakarta.

Diharapkan nantinya festival ini akan menjadi titik tolak dari festival-festival yang lain yang akan digelar di sepanjang tahun 2014 di Kampung Cihuni oleh Badega Gunung Parang.

Nantikan Festival berikutnya !

Tuesday, December 3, 2013

Kelotok yang unik

Kelotok
"Kelotok" di bahasa sunda, "Kelontong" di bahasa jawa, sama artinya sebagai penanda kepemilikan dari seekor sapi, kerbau, atau binatang ternak lainnya. 

Awalnya, Kelotok digunakan oleh para penggembala atau pemilik ternak sebagai penanda agar ternaknya tidak hilang dan mudah dikenali jika digembalakan.

Dan sampai saat ini, kelotok sudah jarang digunakan oleh para penggembala atau pemilik ternak, sehingga sudah sulit ditemukan di kampung atau desa.

Namun di Kampung Cihuni, kelotok adalah cindera mata yang unik untuk anda dan menandakan bahwa anda pernah berpetualan di Badega Gunung Parang


Saturday, November 9, 2013

Kembalilah ke Kampung


Di Kampung Cihuni, kesederhanaan adalah keunikan kami. Disinilah kami hidup apa adanya ditengah kemegahan Gunung Parang, dan kerasnya alam jika musim kemarau tiba.
Belum lagi dengan serbuan deras arus budaya kota kepada anak-anak kami, yang mungkin sudah tidak bisa dibendung lagi karena pengaruh teknologi dan jaman.

Di satu sisi kami harus mempertahankan budaya dan adat sunda kami, tetapi di sisi lain kami harus bertarung idealisme dan budaya kota dengan anak-anak kami.
Sungguh ironis, jika kampung kami suatu ketika harus kehilangan identitasnya di masa depan.

Dari sinilah, kami bergerak dan berhimpun untuk menyatukan kata dengan para warga penggagas kampung wisata untuk memulai sesuatu yang memiliki makna dan tujuan demi masa depan anak-anak kami nantinya.

Tanpa harus dilihat kekurangan dan kelebihannya, kami hanya berniat untuk melestarikan adat dan budaya serta alam di kaki Gunung Parang, yang kelak akan kami wariskan kepada anak cucu kami.

Kalau bukan sekarang, kapan kami harus kembali pulang ke Kampung!






Buah KECAPI yang selalu ada di Kampung Cihuni




Sudah jarang kita temui buah KECAPI (
Sandoricum koetjape (Burm.f.) Merr.) di beberapa pasar tradisional ataupun modern sekalipun. Kalaupun ada, buah ini jarang dilirik oleh pembeli, entah mengapa?
Jadi jangan heran, kalau buah KECAPI sudah dianggap buah langka oleh sebagaian orang di kota-kota besar.

Padahal dari pohon dan buahnya memiliki beragam khasiat penyembuhan, dari mulai deman, perut kembung, penguat tubuh wanita setelah melahirkan, dan  obat cacingan.

Jadi jangan remehkan buah KECAPI, karena dari alam sebenarnya semua tersedia untuk menyembuhkan beragam penyakit di tubuh manusia.

Jika berjalan-jalan di Kampung Cihuni, jangan lupakan untuk mencicipi buah KECAPI, dan jika musimnya tiba, jangan ragu-ragu untuk membawanya pulang, kalau perlu sekarung sekalipun.