Showing posts with label wisata desa. Show all posts
Showing posts with label wisata desa. Show all posts

Saturday, November 9, 2013

Kembalilah ke Kampung


Di Kampung Cihuni, kesederhanaan adalah keunikan kami. Disinilah kami hidup apa adanya ditengah kemegahan Gunung Parang, dan kerasnya alam jika musim kemarau tiba.
Belum lagi dengan serbuan deras arus budaya kota kepada anak-anak kami, yang mungkin sudah tidak bisa dibendung lagi karena pengaruh teknologi dan jaman.

Di satu sisi kami harus mempertahankan budaya dan adat sunda kami, tetapi di sisi lain kami harus bertarung idealisme dan budaya kota dengan anak-anak kami.
Sungguh ironis, jika kampung kami suatu ketika harus kehilangan identitasnya di masa depan.

Dari sinilah, kami bergerak dan berhimpun untuk menyatukan kata dengan para warga penggagas kampung wisata untuk memulai sesuatu yang memiliki makna dan tujuan demi masa depan anak-anak kami nantinya.

Tanpa harus dilihat kekurangan dan kelebihannya, kami hanya berniat untuk melestarikan adat dan budaya serta alam di kaki Gunung Parang, yang kelak akan kami wariskan kepada anak cucu kami.

Kalau bukan sekarang, kapan kami harus kembali pulang ke Kampung!






Sunday, November 3, 2013

Lupakan menjadi orang KOTA, mari menjadi orang KAMPUNG !


Jika anda pergi ke Purwakarta, sempatkan untuk berkunjung ke Kampung Cihuni, hanya 15 km dari pusat kota.

Anda akan diajak untuk melupakan sejenak kepenatan ritme kehidupan di kota besar, dan waktupun berhenti berputar sejenak disini.

Lupakan basa basi orang kota, mari kita menjadi orang kampung sejenak dan belajarlah ketulusan dan kearifan di Kampung Cihuni.



Wednesday, October 30, 2013

Kirai yang membawa berkah


Ibu Entin yang mungkin sepanjang hidupnya membuat Atap Kirai, produk alami untuk atap yang terbuat dari daun pohon kirai yang tumbuh di pinggir sungai, adalah sebuah contoh kearifan lokal warga kami.
Tanpa mengeluh tentang kondisi ekonomi, beliau bertahan dari beragam kondisi yang hadir sepanjang masa.

Mari belajar dari Ibu Entin....

Anyaman bambu

Kami menyadari bahwa di Kampung Cihuni, setiap orang dan setiap jiwa berjuang berkelompok atau masing-masing demi menyambung hidup. Setiap orang berhak untuk itu!

Tapi kami juga sadar bahwa jika kami bersatu, maka kami pun dapat maju untuk menjadi lebih baik.
Saat inilah kami ingin bangkit dari tidur kami yang panjang, dan merengkuh semua kemampuan dan potensi yang ada untuk menjadi

Disini kami harus belajar lebih arif dan bijaksana menyikapinya, seperti kesabaran kami mengayam bambu-bambu menjadi sebuah produk yang bermanfaat untuk orang lain.

Beragam produk dapat kami hasilkan disini dari hanya sebuah bambu, dari mulai kipas sampai rumah bambu sekalipun.

Silahkan berkunjung kemari, disinpun anda dapat belajar menjadi arif dan bijaksana...


Tuesday, October 29, 2013

Koordinat Peta dan Arah Menuju Kampung Cihuni



Dari arah Jakarta exit tol CIGANEA, kemudian belok kanan ke arah PLERED, dan selanjutnya dari PLERED menuju arah GUNUNG PARANG sekitar 10km, dan berikutnya ke arah kampung CIHUNI, bisa lewat 2 arah yang berbeda: (1) Lewat pertigaan SIMPANG belok kanan - kondisi jalan agak bergelombang (2) Lewat pertigaan CIAKAR belok kanan - kondisi jalan bagus namun agak sedikit jauh, bisa dilihat di peta ini

Monday, October 28, 2013

Berawal dari sebuah mimpi

Semua berawal dari sebuah mimpi kami yang mungkin tidak akan pernah terwujud jika kami hanya duduk-duduk saja di warung kopi teman kami Pak Umin.
Sudah terlalu banyak cerita dan janji yang diberikan kepada kami, namun tidak ada satupun yang terwujud.

Dan kamipun hampir putus asa, dari mulai Kang Yunus, yang mantan preman dan tukang bikin ribut di kampung, Kang Wawan yang calon lurah gagal saat pilkada kemarin, Kang Suher yang supir angkot, serta Kang Umin yang mantan RK dan menjadi tetua disini.
Kami yang sehari-hari hidup di Kampung Cihuni, merasa selama ini hanya sebagai penonton, dan saatnya kami harus bangkit untuk memperbaiki kehidupan Kampung Cihuni menjadi lebih baik, karena kami sadar jika kami tua kelak di kampung inilah kami menghabiskan sisa hidup kami.