Showing posts with label desa wisata. Show all posts
Showing posts with label desa wisata. Show all posts

Tuesday, May 27, 2014

Pesta Seni & Budaya di Badega Gunung Parang, 28 Mei 2014


Pesta Seni dan Budaya di Badega Gunung Parang akan diadakan tanggal 28 Mei 2014, acara yang digagas oleh Badega Gunung Parang dan Pemerintah Kabupaten Purwakarta, akan berlangsung mulai pagi sampai tengah malam.

Acara ini juga diisi oleh bakti sosial (Pengobatan Gratis dan Khitanan Masal) untuk masyarakat sekitar Gunung Parang dan malamnya dilanjutkan dengan acara Apresiasi Seni dan Budaya.

Diharapkan acara ini dapat memberi manfaat bagi masyarakat dan sekali merengkuh beragam tujuanpun tercapai demi pengembangan sosial, ekonomi dan budaya masyarakat di sekitar Gunung Parang.

Wednesday, April 23, 2014

Sebuah perjalanan tanpa akhir

Jika berbicara tentang Badega Gunung Parang, maka kita harus berbicara sebuah perjalanan tanpa akhir.
Karena disini kami terus bekerja untuk pengembangan sumber daya manusia yang kelak melanjutkan perjuangan dan cita-cita perintisan Badega Gunung Parang.

Disini, kami tidak hanya membuat sebuah wisata yang sederhana. Tetapi mungkin paling komplek sedunia, bagaimana tidak, disini kami harus memikirkan pengembangan sumber daya manusia sampai dengan pengembangan kawasan wisata Gunung Parang. Dengan harapan suatu saat nanti disini akan menjadi kawasan wisata yang bermanfaat bagi warga sekitar, bukan oleh para investor.
Karena sudah banyak lokasi wisata yang hancur karena tidak terkelola dengan baik dan hancur karena ketidakmampuan masyarakat mengelolanya dan akhirnya tergerus oleh investasi yang membabi buta tanpa ada penataan.

Masalah ini sebenarnya sudah dipikirkan sejak awal pembuatan 'master plan' untuk Badega Gunung Parang, dari segi sosio budaya, lingkungan, dan dampaknya. Karena bagaimanapun hasil akhir dari wisata ini diharapkan akan kembali kepada masyarakat sekeliling Gunung Parang.

Dengan niat tulus dan ikhlas, kita memulai perjalanan tanpa akhir di Badega Gunung Parang.



Friday, March 7, 2014

Lupakan basa-basi ala hotel atau resort di Badega Gunung Parang!

Bale Ngaso di Badega Gunung Parang
Jika ke Purwakarta, maka sempatkanlah main ke Badega Gunung Parang, sebuah tempat eksotis di kaki Gunung Parang, tepatnya di Kampung Cihuni, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Purwakarta.
Sekitar 18 km dari pusat kota Purwakarta, atau 3 jam dari Jakarta.

Disini anda dapat menemui sebuah keunikan wisata alam dan petualangan untuk berbagai umur, mulai panjat tebing, trekking ke hutan dan gunung, menjelajah kampung, bermain di sawah dengan kerbau, atau mungkin hanya sekedar beristirahat minum kopi dan makan pisang goreng sambil memandang dinding Gunung Parang yang menjulang ke langit.

Lupakan basa-basi ala hotel atau resort, disini anda tidak akan menemui hal itu.
Anda akan menjumpai keramahan ala kampung, bahkan kampungan sekali serta ala kadarnya, jadi anggaplah anda pulang kampung ke rumah kakek atau nenek.

Nah selamat berpetualang !


Monday, January 13, 2014

Wilujeng Sumping Kawan!

DSCN3736 by kampung.cihuni
DSCN3736, a photo by kampung.cihuni on Flickr.
Kesederhanaan dalam menikmati alam, tidak harus pergi jauh ke hutan atau pedalaman.
Bahkan harus terbang melintas benua atau pulau hanya mengejar keindahan.
Tengoklah ke Purwakarta, disana ada sebuah wisata kampung yang sederhana tetapi memiliki pemandangan yang spektakular. Dialah Badega Gunung Parang

Wednesday, January 8, 2014

Badega Sapepeuting, Sebuah Festival Rakyat untuk Rakyat

Kaulinan Anak-Anak Badega Gunun Parang

Sebuah Festival Rakyat yang digelar oleh BADEGA GUNUNG PARANG di Kampung Cihuni pada penghujung tahun 2013, disambut sangat meriah dan antusias oleh warga dan wisatawan.

Di festival ini, seluruh warga kampung Cihuni seolah berlomba untuk meramaikan acara mulai dari pasar jajanan tradisional, permainan seni tetunggulan, sampai dengan seni Kaulinan anak, dan bahkan seni Karinding yang diusung oleh KASUNDA (Kampung Urang Sunda) mendapat tempat dan perhatian warga serta wisatawan yang datang.


Seni Tetunggulan dimainkan oleh Ibu-Ibu Kampung Cihuni

Rencananya festival rakyat ini akan digelar sekali dalam setahun di Kampung Cihuni oleh Badega Gunung Parang untuk menghormati dan mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Sang Kuasa selama setahun penuh bagi warga kampung Cihuni dan sekitarnya.



Seni Karinding oleh KASUNDA

Acara yang baru pertama kali digelar di Kampung Cihuni ini adalah murni acara yang diselenggarakan oleh Warga untuk Warga guna mengangkat citra pariwisata di sekitar Gunung Parang dan Purwakarta.

Diharapkan nantinya festival ini akan menjadi titik tolak dari festival-festival yang lain yang akan digelar di sepanjang tahun 2014 di Kampung Cihuni oleh Badega Gunung Parang.

Nantikan Festival berikutnya !

Sunday, December 15, 2013

Lupakan basa-basi ala hotel atau resort di Badega Gunung Parang!

Bale Ngaso di Badega Gunung Parang
Jika ke Purwakarta, maka sempatkanlah main ke Badega Gunung Parang, sebuah tempat eksotis di kaki Gunung Parang, tepatnya di Kampung Cihuni, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Purwakarta.
Sekitar 18 km dari pusat kota Purwakarta, atau 3 jam dari Jakarta.

Disini anda dapat menemui sebuah keunikan wisata alam dan petualangan untuk berbagai umur, mulai panjat tebing, trekking ke hutan dan gunung, menjelajah kampung, bermain di sawah dengan kerbau, atau mungkin hanya sekedar beristirahat minum kopi dan makan pisang goreng sambil memandang dinding Gunung Parang yang menjulang ke langit.

Lupakan basa-basi ala hotel atau resort, disini anda tidak akan menemui hal itu.
Anda akan menjumpai keramahan ala kampung, bahkan kampungan sekali serta ala kadarnya, jadi anggaplah anda pulang kampung ke rumah kakek atau nenek.

Nah selamat berpetualang !


Tuesday, December 3, 2013

Wilujeng Sumping di Kampung Cihuni


Saatnya kami menyambut anda ditengah kehangatan warga Kampung Cihuni dan alamnya...

Bale Ngaso di Badega Gunung Parang

Bale Ngaso di Badega Gunung Parang
Tersedia Bale Ngaso sebanyak 5 unit untuk kapasitas 5-6 orang di Badega Gunung Parang, bagi mereka yang ingin merasakan sensasi menginap di alam bebas di kaki Dinding Gunung Parang.

Disini anda bisa berinteraksi secara langsung dengan alam diantaranya melihat elang jawa beterbangan di atas, bermain dengan kerbau, belajar panjat tebing, atau mungkin mandi matahari. 

Percayalah, disini waktu akan serasa berhenti.

Saturday, November 9, 2013

Kembalilah ke Kampung


Di Kampung Cihuni, kesederhanaan adalah keunikan kami. Disinilah kami hidup apa adanya ditengah kemegahan Gunung Parang, dan kerasnya alam jika musim kemarau tiba.
Belum lagi dengan serbuan deras arus budaya kota kepada anak-anak kami, yang mungkin sudah tidak bisa dibendung lagi karena pengaruh teknologi dan jaman.

Di satu sisi kami harus mempertahankan budaya dan adat sunda kami, tetapi di sisi lain kami harus bertarung idealisme dan budaya kota dengan anak-anak kami.
Sungguh ironis, jika kampung kami suatu ketika harus kehilangan identitasnya di masa depan.

Dari sinilah, kami bergerak dan berhimpun untuk menyatukan kata dengan para warga penggagas kampung wisata untuk memulai sesuatu yang memiliki makna dan tujuan demi masa depan anak-anak kami nantinya.

Tanpa harus dilihat kekurangan dan kelebihannya, kami hanya berniat untuk melestarikan adat dan budaya serta alam di kaki Gunung Parang, yang kelak akan kami wariskan kepada anak cucu kami.

Kalau bukan sekarang, kapan kami harus kembali pulang ke Kampung!






Sunday, November 3, 2013

Lupakan menjadi orang KOTA, mari menjadi orang KAMPUNG !


Jika anda pergi ke Purwakarta, sempatkan untuk berkunjung ke Kampung Cihuni, hanya 15 km dari pusat kota.

Anda akan diajak untuk melupakan sejenak kepenatan ritme kehidupan di kota besar, dan waktupun berhenti berputar sejenak disini.

Lupakan basa basi orang kota, mari kita menjadi orang kampung sejenak dan belajarlah ketulusan dan kearifan di Kampung Cihuni.



Friday, November 1, 2013

Beragam kerajinan dan kulinari tersedia di Kampung Cihuni

 







Kearifan budaya kampung


Di kampung Cihuni, yang hanya berjarak 3 jam perjalanan dari Jakarta, ternyata kita dapat menjumpai kearifan yang sulit ditemui di kota besar, atau bahkan di kota kecil sekalipun. Disini kita dapat belajar bagaimana menghormati para lelulur.

Salah satu contoh, adalah Kang Soun, dia adalah penduduk asli disini dan kemudian mengadu peruntungan menjadi mandor proyek yang sukses di Jakarta, dan entah kenapa,kemudian beliau kembali lagi ke kampung dan mengawali lagi kehidupannya dengan merawat 'petilasan-petilasan' para leluhur yang banyak bertebaran di kaki Gunung Parang hingga kini.

Awalnya, dia di cap oleh warga sebagai 'orang gila' karena merawat batu-batu berserakan yang tidak jelas dan hanya buang-buang waktu. Tapi lambat laun, wargapun menaruh hormat kepadanya karena dia menemukan beberapa situs megalitikum dan mampu merawatnya hingga kini, hanya seorang diri.

Sebuah pelajaran yang sangat berharga disini, jangan pernah menganggap remeh seseorang, karena dia mampu merubah dunia!

Wednesday, October 30, 2013

Wilujeng Sumping di Kampung Cihuni


Saatnya kami menyambut anda ditengah kehangatan warga Kampung Cihuni dan alamnya...

Kirai yang membawa berkah


Ibu Entin yang mungkin sepanjang hidupnya membuat Atap Kirai, produk alami untuk atap yang terbuat dari daun pohon kirai yang tumbuh di pinggir sungai, adalah sebuah contoh kearifan lokal warga kami.
Tanpa mengeluh tentang kondisi ekonomi, beliau bertahan dari beragam kondisi yang hadir sepanjang masa.

Mari belajar dari Ibu Entin....

Tuesday, October 29, 2013

Koordinat Peta dan Arah Menuju Kampung Cihuni



Dari arah Jakarta exit tol CIGANEA, kemudian belok kanan ke arah PLERED, dan selanjutnya dari PLERED menuju arah GUNUNG PARANG sekitar 10km, dan berikutnya ke arah kampung CIHUNI, bisa lewat 2 arah yang berbeda: (1) Lewat pertigaan SIMPANG belok kanan - kondisi jalan agak bergelombang (2) Lewat pertigaan CIAKAR belok kanan - kondisi jalan bagus namun agak sedikit jauh, bisa dilihat di peta ini

Monday, October 28, 2013

Berawal dari sebuah mimpi

Semua berawal dari sebuah mimpi kami yang mungkin tidak akan pernah terwujud jika kami hanya duduk-duduk saja di warung kopi teman kami Pak Umin.
Sudah terlalu banyak cerita dan janji yang diberikan kepada kami, namun tidak ada satupun yang terwujud.

Dan kamipun hampir putus asa, dari mulai Kang Yunus, yang mantan preman dan tukang bikin ribut di kampung, Kang Wawan yang calon lurah gagal saat pilkada kemarin, Kang Suher yang supir angkot, serta Kang Umin yang mantan RK dan menjadi tetua disini.
Kami yang sehari-hari hidup di Kampung Cihuni, merasa selama ini hanya sebagai penonton, dan saatnya kami harus bangkit untuk memperbaiki kehidupan Kampung Cihuni menjadi lebih baik, karena kami sadar jika kami tua kelak di kampung inilah kami menghabiskan sisa hidup kami.