Showing posts with label jawa barat. Show all posts
Showing posts with label jawa barat. Show all posts
Monday, December 31, 2018
A Masterpieces of Kang Dedi Mulyadi at Purwakarta
PURWAKARTA TV - President Joko Widodo took a look at the show of Taman Air Mancur Sri Baduga (Sri Baduga Fountain Park) at Purwakarta.
Welcome to Purwakarta, a masterpieces of Kang Dedi Mulyadi for West Java and Indonesia.
Labels:
2018,
indonesia,
jawa barat,
Jokowi,
Kang Dedi Mulyadi,
purwakata
Saturday, March 3, 2018
BBC try the Skylodge with amazing spirit
Do you wanna try the Skylodge, a highest living capsule hanging on Mount Parang Indonesia.
Check it out this coverage from BBC before you go here, and try it!
Source https://web.facebook.com/bbc.indonesia/videos/10160237241695434/
Check it out this coverage from BBC before you go here, and try it!
Source https://web.facebook.com/bbc.indonesia/videos/10160237241695434/
Saturday, February 10, 2018
CNN - Coverage about the Skylodge Padjajaran Anyar
CNN - You love the things that adrenaline rush as well as lovers of natural beauty, there is no harm in trying to stay in a hanging hotel or Skylodge, in Purwakarta, West Java. The hotel is built on the cliff of Parang mountain, is the first in Asia, and the highest in the world.
Wednesday, December 21, 2016
Pendidikan paling keren ada di Purwakarta !
Satu terobosan penting dari Kang Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta, Jawa Barat, yang membuat kami benar-benar hormat dan salut kepada beliau adalah kesederhanaan dan apa adanya, disiplin dalam mendidik anak, tanpa menghilangkan akar rumput dari mana beliau berasal, dan memegang teguh ciri budaya sunda yang arif.
Di Purwakarta, beliau mengajak semua guru dan murid serta orang tua terlibat aktif dalam Pendidikan Vokasional, dimana sang murid dalam satu hari di setiap minggunya diwajibkan mengikuti orang tuanya bekerja dengan tujuan agar mereka mengetahui pekerjaan dan beban yang dipikul orang tua dalam membesarkan mereka, dengan demikian mereka telah belajar untuk lebih arif dan bijaksana, serta menghargai orang tua dari mulai tingkat dasar sekali.
Sebuah pelajaran dan pengalaman yang sangat berharga bagi setiap anak di Purwakarta di tengah arus modernisasi dan serangan budaya urban dan asing, yang mungkin tidak sesuai dengan kearifan budaya bangsa ini.
Bagi kami, ini sebuah pengalaman dan pelajaran juga dalam mengembangkan Badega Gunung Parang dimana kami melibatkan semua aspek dan faktor yang ada di Gunung Parang, dari mulai anak-anak sampai orang tua.
Karena kelak rintisan wisata ini bukanlah untuk kami, tetapi untuk anak-anak dan cucu-cucu kami yang ada di Gunung Parang...dan untuk semua orang !
Di Purwakarta, beliau mengajak semua guru dan murid serta orang tua terlibat aktif dalam Pendidikan Vokasional, dimana sang murid dalam satu hari di setiap minggunya diwajibkan mengikuti orang tuanya bekerja dengan tujuan agar mereka mengetahui pekerjaan dan beban yang dipikul orang tua dalam membesarkan mereka, dengan demikian mereka telah belajar untuk lebih arif dan bijaksana, serta menghargai orang tua dari mulai tingkat dasar sekali.
Sebuah pelajaran dan pengalaman yang sangat berharga bagi setiap anak di Purwakarta di tengah arus modernisasi dan serangan budaya urban dan asing, yang mungkin tidak sesuai dengan kearifan budaya bangsa ini.
Bagi kami, ini sebuah pengalaman dan pelajaran juga dalam mengembangkan Badega Gunung Parang dimana kami melibatkan semua aspek dan faktor yang ada di Gunung Parang, dari mulai anak-anak sampai orang tua.
Karena kelak rintisan wisata ini bukanlah untuk kami, tetapi untuk anak-anak dan cucu-cucu kami yang ada di Gunung Parang...dan untuk semua orang !
Bupati Paling Keren ada di Purwakarta, Kang Dedi Mulyadi
![]() |
Kang Dedi Mulyadi (Bupati Purwakarta) bersama sang putra, setelah mencapai puncak Gunung Parang |
Mungkin dari sekian banyak pejabat negara dan pemimpin daerah yang berani mengambil resiko untuk melakukan kegiatan memanjat tebing tanpa aturan protokoler kaku hanya beliau seorang, yaitu Bapak Dedi Mulyadi SH, Bupati Purwakarta, Jawa Barat, atau biasa yang dipanggil Kang Dedi Mulyadi.
Pada hari Selasa, 13 Desember 2016, merupakan hari yang bersejarah di Gunung Parang, ketika Kang Dedi mengunjungi Gunung Parang dalam perjalanan dinasnya bersama putranya dan rombongan.
Beliau menyempatkan diri untuk mencoba Via Ferrata di Badega Gunung Parang Basecamp Cirangkong, Purwakarta.
Bagi kami dan para pemanjat tebing yang ada disana, inilah rekor pertama di dunia untuk panjat tebing dimana seorang pejabat negara dan pemimpin daerah melakukannya seperti layaknya tamu-tamu kami dan orang pada umumnya, tanpa aturan resmi kenegaraan, dan apa adanya.
Sungguh, kami yang ada di Badega Gunung Parang, dibuatnya kaget dan terharu, melihat seorang pemimpin yang begitu sederhana dan apa adanya, menyempatkan diri berkunjung ke tempat kami yang apa adanya, dan mencoba wisata petualangan yang ada disini.
Beliau juga sempat berseloroh bahwa sengaja kemari mengajak anaknya agar tidak menjadi anak yang manja dan sekaligus mengetahui pekerjaan Ayahnya yang tidak hanya duduk di kantor, tetapi juga memanjat tebing seperti yang dilakukannya sekarang.
Salut dan hormat untuk Kang Dedi Mulyadi !
Monday, February 29, 2016
Via Ferrata di Gunung Parang
Kini memanjat Gunung Parang tidak sesulit yang anda bayangkan, cobalah wisata baru yang disediakan di Badega Gunung Parang, namanya Badega Taraje Beusi (atau dalam bahasa Italy "Via Ferrata" atau Inggris "Iron Ladder"...atau paling mudah... "Tangga besi").
Meski semua potensi bahaya yang ada sudah kami minimalisir dengan peralatan dan infrastruktur pengaman, dan pengarahan keselamatan yang diberikan di setiap awal perjalanan oleh para guide dan papan petunjuk.
Wisata yang pertama kali ada di Indonesia, adanya di Badega Gunung Parang di Kampung Cihuni, Desa Sukamulya, Purwakarta, Indonesia.
Sangat mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi atau angkutan umum, hanya 3 jam dari Jakarta, atau 2 jam dari Bandung.
Anda sudah memperoleh sensasi wisata petualangan yang seru dan tidak terlupakan.
Badega Taraje Beusi
Idenya sendiri berasal dari jalur-jalur pendakian di dinding gunung yang ada di Italy, yang dikenal dengan istilah "Via Ferrata" atau tangga besi, karena dibuat untuk jalur transportasi antar desa dan logistik saat perang dunia pertama.
Dan di Badega Gunung Parang sendiri, ide ini diluncurkan pertama kali di master plan pengembangan Gunung Parang yang dibuat pada tahun 2012 dan dipublikasikan di website di tahun 2014, dan baru dibangun pada pertengahan tahun 2015, setelah terkendala dengan dana pembangunannya, pada akhirnya dapat dioperasikan di akhir tahun 2015.
![]() |
Badega Taraje Beusi |
Jadi total waktu yang dibutuhkan oleh Badega Gunung Parang untuk merealisasikan proyek "Via Ferrata" adalah 3 tahun, meski tertatih-tatih akhirnya terwujud juga.
Dan kami menyebutnya "Badega Taraje Beusi"
Berapa Biayanya ?
Saat ini baru tersedia rute pendek Badega Via Ferrata setinggi 300 meter di Tower 3 Gunung Parang dengan harga Rp.150,000 / orang termasuk Alat dan Guide.
Untuk rute menengah dan panjang sedang dalam proses pembangunan dan ditargetkan akhir bulan maret 2016 sudah selesai.
Bagaimana Naiknya?
Sederhana sekali, anda tinggal menggunakan harness (pengaman) yang sudah disediakan oleh kami, dan anda tinggal naik ke anak-anak tangga yang sudah tertancap di dinding Gunung Parang, dengan mengaitkan carabinner (cincin kait baja) pada lintasan kawat baja sebagai pengamannya.
Jangan kuatir, anda akan ditemani dan diarahkan oleh Guide-Guide kami yang berpengalaman selama anda berwisata disini.
Apa saja yang dibawa?
Anda cukup membawa Sarung Tangan yang tebal untuk menutup telapak tangan anda agar terhindar duri kawat yang mungkin muncul di lintasan kawat baja, atau serpihan batuan yang tajam.
Dan bawalah pakaian ganti dan peralatan mandi, agar anda bisa pulang kembali dengan pakaian yang bersih.
Bagaimana keselamatannya?
Perlu kami peringatkan di awal, bahwa setiap aktifitas luar ruang yang tersedia di Badega Gunung Parang memiliki resiko yang berbahaya dan bisa berakibat cacat dan bahkan kematian.
Meski semua potensi bahaya yang ada sudah kami minimalisir dengan peralatan dan infrastruktur pengaman, dan pengarahan keselamatan yang diberikan di setiap awal perjalanan oleh para guide dan papan petunjuk.
Namun kami masih merasa perlu dan berkewajiban mengingatkan kembali kepada anda untuk faktor resiko yang mungkin terjadi.
Prinsip kami tidak ada yang 100% aman dalam aktifitas luar ruang yang tersedia di Badega Gunung Parang, namun kami harus menyatakan bahwa disini, bahwa disini 99% aman dan 1 % tidak aman.
Selanjutnya terserah anda yang memutuskan untuk beraktifitas di Badega Gunung Parang.
Tertarik?
Hubungi hotline BADEGA GUNUNG PARANG +62 87874708230
Tertarik?
Hubungi hotline BADEGA GUNUNG PARANG +62 87874708230
Wednesday, June 3, 2015
Thursday, May 14, 2015
Pembuatan Film “Air Mata Fatimah” di Badega Parang
![]() |
Para bintang film "Air Mata Fatimah" |
Setelah beberapa kali survey ke lokasi Badega Parang, akhirnya tim produser film Air Mata Fatimah memutuskan untuk menggunakan seluruh lokasi Badega Parang untuk menyelesaikan pengambilan film yang bertemakan religi ini.
Sungguh suatu kehormatan bagi kami akhirnya Gunung Parang dikenal oleh para sineas perfilman di tanah air lewat produksi film Air Mata Fatimah, yang rencananya akan ditayangkan pada akhir bulan Ramadhan tahun 2015 ini.
![]() |
Para "Kiai" difoto dulu sebelum diambil gambarnya |
Dari rencana
3 hari pengambilan gambar di Badega Parang, akhirnya kru dan artis menghabiskan
waktunya selama 14 hari tinggal di Badega, dikarenakan pengambilan gambar
dilakukan pada saat puncak musim hujan pertengahan Februari 2015 di wilayah
Gunung Parang dan sekitarnya.
Selama dua
minggu, Badega Parang sudah seperti Hollywood-nya Indonesia, ketika para artis
dan kru film berkumpul dan berbaur bersama-sama penduduk kampung. Dan seperti
mimpi di siang bolong, ketika penduduk kampung yang notabene hanya tahu artis-artis
dari televisi dan film, kini tinggal dan hidup sehari-hari dengan cara kampung
bersama warga kampung Cihuni dan Cisarua.
Tidak ada
perbedaan dan cara layanan khusus untuk para artis-artis ini, karena kami
menyediakan pelayanan dan akomodasi seperti pada umumnya yang diberikan kepada
tamu-tamu lain.
Di awal
memang sudah disepakati bersama produser, bahwa kami tidak bisa menyediakan
hal-hal yang aneh jika diminta oleh para artis, tetapi kami hanya bisa
menyediakan layanan ala kampung, dan sensasi berpetualang disini, serta
atmosfir kampung dan budaya sunda jaman dulu.
Vikri Rasta,
salah seorang artis dan juga komedian kreatif, bahkan mencoba program Belajar
Panjat Tebing di Tower 2 Gunung Parang, dan ujung-ujungnya ketagihan juga untuk
mencoba dinding Tower 2 sampai dengan pitch 9 (Teras Besar / 500 mtr). Sebuah
awal yang bagus untuk seorang pemula yang tidak bisa dan baru mengenal panjat
tebing.
Ke depan
beberapa sineas berencana untuk membuat beberapa produksi film dan sinetron di
sekitar lingkar Gunung Parang, melihat kondisi alam dan lingkungan Gunung
Parang masih alami.
Dan bukannya
tidak mungkin suatu ketika sekitar lingkar Gunung Parang menjadi sebuah studio
alam raksasa, kita lihat saja nanti.
Labels:
air,
air mata fatimah,
badega,
bupati,
fatimah,
film,
gunung parang,
jawa barat,
lokasi,
mata,
parang,
purwakarta,
religi,
resort,
sinetron,
syuting
Wednesday, December 17, 2014
Perjalanan Badega Gunung Parang (Bagian Kedua)
![]() |
Badega Gunung Parang |
Hari ini, tepat tanggal 17 Desember 2014, Badega Gunung Parang berusia 1 tahun, sebuah perspektif baru untuk sebuah gerakan kepedulian untuk sebuah Gunung dan kehidupan yang lebih baik telah muncul.
Perjalanan ini masih panjang, tetapi beragam kisah telah lahir seperti sebuah bayi yang terlalu cepat untuk dilahirkan.
Dan ini menjadi takdir bagi kita semua di Badega Gunung Parang, bahwa membangun sebuah rumah dari sebuah mimpi adalah tidaklah mudah, perlu perjuangan dan bahkan pengorbanan.
Tidak ada cerita bahwa Gunung Parang akan menjadi bongkahan gunung emas, dengan kita hanya berdiam dan menyombongkan diri, tanpa kita mampu menyepuhnya.
Dan hanya bualan belaka bahwa kita adalah pembuat sejarah disini, tanpa kita meneruskan dan mewujudkan sejarah itu.
Mimpi besar lahir dari sebuah pikiran dan ide gila, dan untuk mewujudkannya adalah sebuah perjuangan di lautan kesabaran yang tiada akhir.
Tidak mudah dan tidak sulit, hanya dibutuhkan keyakinan !
Alam menunjukkan jalannya
Alam telah memilih dengan sendirinya, Alam telah menunjukkan jalannya kepada kita semua.
Tanpa kita sadari kita melangkah dituntun melalui arah yang telah ditentukan, tanpa kita pahami awalnya mengapa kita harus melakukannya dalam membangun Badega Gunung Parang.
Dan di akhir barulah kita memahami semua proses itu, dan tanpa perlu lagi kita memperdebatkannya.
Alam memang menuntun kita dengan indah dalam berproses membangun Badega Gunung Parang.
![]() |
Bale Semah di Badega Gunung Parang |
Zona demi zona mulai dibuka di kaki Gunung Parang, masalah demi masalah datang silih berganti, seolah sebuah proses.
Dan di akhir waktu, zona yang telah dibuka kembali ditutup, karena memang tidak layak untuk dibuka.
Awalnya kita tidak paham mengapa zona yang sudah dibuka harus ditutup, tetapi dengan berprosesnya waktu, barulah kita memahaminya.
Alam telah menunjukkan jalannya.
Satu Tumbang Satu Tumbuh !
Bagai sebuah bunga di alam liar, satu berguguran di telan musim, dan bibit baru tumbuh di pucuk musim.
Inilah sebuah proses regenerasi alami yang terjadi di Badega Gunung Parang, tanpa harus kita turut campur didalamnya.
Biarkan bunga yang sudah layu dan pohon yang mati tumbang dengan sendirinya, dan bibit-bibit bunga dan tanaman yang segar bermunculan, karena alam sudah mengaturnya.
![]() |
Bunga Semusim, Bunga Bakung |
Kita tidak pernah memusingkan sebuah generasi akan hilang dengan sendiri, karena ketidaksabaran dan egonya masing-masing.
Tapi kita akan pusing jika sebuah generasi tumbuh tanpa memiliki rasa dan asa untuk hidup lebih baik.
Sekali lagi, satu tumbang maka satu tumbuh !
Sebuah Perspektif Baru
Tanpa harus meminta, tanpa harus menangis, proses pembangunan Badega Gunung Parang terus berjalan meski tertatih-tatih.
Bukannya tidak meminta dan memohon, semua sudah berjalan dan berproses, dan beragam cara sudah dilakukan dengan sengaja dan tidak disengaja, tapi yang ada adalah sebuah harapan di ruang kosong.
Seperti rayap membangun rumahnya, sedikit demi sedikit Badega Gunung Parang terus membentuk zona demi zona di kaki Gunung Parang sampai dengan puncaknya.
Semua dilakukan untuk melindungi Gunung Parang dari perambahan hutan dan perburuan liar satwanya, dan Badega Gunung Parang hanya memanfaatkan kecantikan Gunung Parang!
Jangan ditanya, berapa banyak dokumen dan rancang bangun beragam zona di Badega Gunung Parang yang sudah dibuat dan direncanakan, mungkin saat ini sudah masuk ke halaman ke seribu !
Semua lengkap dan mungkin lebih lengkap dari sebuah proyek pembangkit listrik. Hah?
Ilmu rayap kita gunakan untuk melangkah dan membangun.
Tidak ada yang tidak mungkin, semua berjalan dengan perlahan tapi pasti.
Dan sebuah perspektif sebuah wisata baru telah lahir !
Baca juga Bagian Pertama
Saturday, November 1, 2014
Perjalanan Badega Gunung Parang (Bagian Pembuka)
Jika bertutur tentang Badega Gunung Parang, kita bertutur tentang keikhlasan dan kesabaran untuk sebuah gunung batu terbesar di Asia Tenggara.
Beragam perjalanan hidup ada disini mulai dari petani, pengangguran, pekerja non formal ataupun profesional, mantan preman, sopir truk, buruh pabrik, pejabat, pensiunan semua dengan satu tujuan!
Menjaga dan dijaga Gunung Parang untuk masa depan kelak, bukan untuk hari ini tetapi untuk masa depan.
Ini bukan tempat wisata yang sekedarnya, ini tentang sebuah akumulasi perjalanan puluhan tahun bahkan ratusan tahun, yang akhirnya membuncah di akhir tahun 2013. Dan jika dihitung oleh para leluhur tahun itu berjumlah 5 (lima) sesuai dengan shalat 5 (lima) waktu yang menjadi pilar dasar agama Islam.
Di Badega Gunung Parang, semua orang terus belajar tentang kehidupan dan budaya yang berkelanjutan, mengolah rasa dan asa, menyatukan jiwa dengan seluruh isi alam dan pemilik Nya.
Ketika ramalan para leluhur satu persatu mulai membuncah, dan seluruh 'Dangiang' bersimpuh kembali di Gunung Parang, maka kesabaran dan keikhlasan kembali diuji pada titik nadir para Badega Gunung Parang.
Suka atau tidak suka, kita menerima dan mengemban amanah para leluhur dan para dangiang yang ada disini untuk menjaga dan dijaga Gunung Parang, dalam pertempuran hawa nafsu duniawi yang tiada habis.
![]() |
Bersama Bupati Purwakarta, Bp. H Dedi Mulyadi SH |
Beragam perjalanan hidup ada disini mulai dari petani, pengangguran, pekerja non formal ataupun profesional, mantan preman, sopir truk, buruh pabrik, pejabat, pensiunan semua dengan satu tujuan!
Menjaga dan dijaga Gunung Parang untuk masa depan kelak, bukan untuk hari ini tetapi untuk masa depan.
![]() |
Disini beragam profesi dan latar belakang berkumbul mengolah rasa dan asa di Badega Gunung Parang |
Ini bukan tempat wisata yang sekedarnya, ini tentang sebuah akumulasi perjalanan puluhan tahun bahkan ratusan tahun, yang akhirnya membuncah di akhir tahun 2013. Dan jika dihitung oleh para leluhur tahun itu berjumlah 5 (lima) sesuai dengan shalat 5 (lima) waktu yang menjadi pilar dasar agama Islam.
![]() |
Dan amanah pun di emban dengan keikhlasan dan kesabaran |
Di Badega Gunung Parang, semua orang terus belajar tentang kehidupan dan budaya yang berkelanjutan, mengolah rasa dan asa, menyatukan jiwa dengan seluruh isi alam dan pemilik Nya.
Dan akhirnya hanya tinggal memilih sisi hitam atau sisi putih, sudah tidak ada lagi abu-abu disini, karena para leluhur sudah memilihkannya untuk kita disini, memilih masa depan masing-masing.
![]() | |
|
Ketika ramalan para leluhur satu persatu mulai membuncah, dan seluruh 'Dangiang' bersimpuh kembali di Gunung Parang, maka kesabaran dan keikhlasan kembali diuji pada titik nadir para Badega Gunung Parang.
Suka atau tidak suka, kita menerima dan mengemban amanah para leluhur dan para dangiang yang ada disini untuk menjaga dan dijaga Gunung Parang, dalam pertempuran hawa nafsu duniawi yang tiada habis.
![]() |
Dari yang tua dan yang muda menyatukan asa dan rasa di Badega Gunung Parang |
Tidak dapat dipungkiri, ketika Badega Gunung Parang mulai membuka tirai kelambu penutup Gunung Parang ke seluruh dunia, beragam konsekuensipun mau tidak mau harus siap ditanggung.
Beragam penyakit hati dari yang positif sampai dengan yang negatif, menghujam lurus ke arah para Badega.
Namun dibalik semua ini, ada sisi lain yaitu Gunung Parang mulai menjejakkan pengaruhnya di bumi dan mengenalkan dirinya ke pentas dunia, dan mulailah menarik para pemerhati yang sebelumnya tidak pernah memikirkannya.
![]() |
Menjaga dan Dijaga oleh Gunung Parang (kutipan wejangan H. Dedi Mulyadi SH, Bupati Purwakarta) |
Namun kami dengan kerendahan hati dan jiwa selalu berdoa atas nikmat dan amanah yang harus diemban ini.
Berat memang, tetapi harus kami tanggung semua konsekuensinya, baik pahit ataupun manis.
Karena sesungguhnya Gunung Parang akan memilih, bukan untuk dipilih, yang terbaik untuk anak cucu kita di masa depan.
![]() |
Bale Semah tempat berkumpul para Badega Gunung Parang |
Dan di Badega Gunung Parang semua hawa nafsu, keserakahan, emosi, ditanggalkan, dan kita telanjang dalam lautan rasa dan asa.
Babak baru tentang perjalanan kita pun dimulai
Friday, October 24, 2014
Laboratorium Bebatuan di Gunung Parang
![]() |
Situs Batu Belang di lokasi Badega Gunung Parang |
Alam memang memang memiliki rahasianya sendiri di Gunung Parang.
Jika datang kemari, cobalah tengok bebatuan yang ada di sekitar sini. Dijamin, anda akan dibuat takjub oleh keindahnnya.
Coba lihat situs "Batu Belang" sebuah batu raksasa yang ada disekitar Badega Gunung Parang, coba bayangkan bagaimana batu ini bisa berada di atas sawah dengan beberapa batu-batu besar lainnya. Dan nun jauh disana, Gunung Parang menjulang tinggi seperti menggapai langit.
![]() |
Proses Pembentukan Tanah Lempung Menjadi Batu |
Beberapa bebatuan yang tampak saja sudah spektakuler, bagaimana bebatuan yang terpendam dalam bumi.
Lihatlah beberapa bebatuan yang ditemukan dari dasar tanah ketika melakukan pengerukan untuk pembuatan kolam di lokasi Badega Gunung Parang, disini ditemukan beberapa bebatuan alami yang unik dan bentuknya aneh-aneh.
Proses pengerasan tanah liat menjadi batu dapat dilihat disini, sebuah laboratorium raksasa jika kita mau belajar dan menelitinya lebih lanjut.
Lapis demi lapis tanah liat yang sudah berubah bentuk menjadi batu, dapat saling membungkus satu sama lain seperti kue lapis dan akhirnya menjadi batu utuh yang keras.
Sebuah proses alam yang hanya dapat terjadi pada ratusan bahkan jutaan tahun yang lalu.
![]() |
Situs Batu Belang, ratusan batu besar ada disini |
Pantaslah Gunung Parang dijadikan laboratorium bebatuan untuk kedepannya.
Labels:
andesit,
badega gunung parang,
batu,
batu belang,
bebatuan,
formation,
geologi,
gunung,
indonesia,
jawa barat,
laboratorium,
purwakarta,
rock,
situs,
tebing
Monday, September 1, 2014
Sebuah pelajaran dan pengalaman dari tamu mancanegara
![]() |
Remaja Kampung Cihuni setelah berdiskusi dengan Ms. Anthene Grant dari US |
Siapa sangka tamu kita kali ini adalah seorang General Manager dari sebuah resort terkenal di kepulauan Seribu, Mrs. Anthene Grant berkebangsaan Amerika Serikat.
Bersama beliau beberapa orang dari beragam negara juga ikut dalam rombongan dari "Ayo Ke Desa" yang dikomandani oleh Mas Anggun.
Rombongan kecil ini sengaja datang untuk menghabisan waktu akhir pekan di Badega Gunung Parang yang ada di Kampung Cihuni, Desa Sukamulya, Purwakarta.
Mulai dari jalan-jalan ke desa sampai dengan mendaki Gunung Parang yang eksotis.
Malamnya beberapa anak muda dari Kampung Cihuni bersama para Badega terlibat dalam diskusi kecil dan tukar pengalaman dengan tamu-tamu kami.
Topik yang dibahaspun beragam dari isu yang sederhana sampai dengan isu berat lainnya, tetapi yang menarik adalah pengalaman Mrs. Anthene Grant menangani sampah di pulau tempat resortnya berada, serta kreatifitas warga mengelola aktifitas penunjang untuk para tamu.
Dengan memberdayakan masyarakat sekitar melalui pendidikan yang diberikan kepada anak-anak usia dini, membuat mereka sadar tentang keberadaan sampah dan bagaimana mengelola bahkan mencegah polusi pencemaran disekitar pantai-pantai disana.
Di usia dini mereka telah sadar akan kebersihan dan lingkungan hidup, sebuah pendidikan yang sangat berharga untuk Badega Gunung Parang.
Disini kami berjibaku bagaimana menyadarkan warga tentang kebersihan dan menjaga lingkungan dari sampah.
Dan sejauh ini hasilnya memang belum sepenuhnya berhasil, karena untuk menumbuhkan kesadaran tentang kebersihan adalah sebagian daripada iman, adalah masih sulit dan bahkan sama sulitnya menumbuhkan pohon Jengkol di gurun sahara.
Bagaimanapun usaha kami dari Badega Gunung Parang tidak pernah berhenti disini, mengingat yang membangun dan mengelola wisata ini sepenuhnya adalah usaha komunitas warga, bukan para investor ataupun donatur.
Sehingga kami sadar bahwa berhasil atau tidaknya Badega Gunung Parang adalah tanggung jawab kami juga, dan sejengkalpun kami tidak menyerah begitu saja.
Pelajaran malam ini dari tamu-tamu kita tentang sampah dan kreatifitas sangat berharga sekali, dan menyadarkan kami untuk berbenah diri lebih baik lagi untuk masa depan.
Diskusi yang menyenangkan malam ini dengan ditemani secangkir kopi kayu manis yang hangat!
![]() |
Rombongan "Ayo Ke Desa" melihat mata air Anaga |
Sunday, August 17, 2014
Rute Sepeda Keliling Gunung Parang
![]() |
Rute Bersepeda keliling Gunung Parang |
Rute yang berjarak tempuh kurang lebih 25 kilometer, dimulai dari Pertigaan Simpang, Plered dan berakhir ditempat yang sama juga.
Beragam tanjakan dan turunan dapat dirasakan saat anda mulai mengayuh sepeda, yakinkan bahwa kaki anda mampu melaluinya.
Rutenya cukup bervariasi, dari mulai kondisi permukaan tanah sampai dengan jalanan beraspal.
Rute sepeda mengelilingi Gunung Parang memang menarik untuk para pemula bahkan profesional untuk melatih otot-otot kakinya dengan sensasi melihat gunung batu andesit tertinggi di Indonesia dan alamnya yang indah.
Bahkan jika ingin lebih ekstrim lagi, sebenarnya tersedia rute untuk 'downhill' di beberapa spot lokasi, namun mengingat kondisi alamnya masih cukup liar dan rutenya jarang dilalui, membuat beberapa pesepeda malas untuk mencobanya.
Bagaimanapun juga rute bersepeda keliling Gunung Parang cukup menjanjikan dan berpotensi untuk dikembangkan lagi dengan dikemas dalam beragam kompetisi dan tour.
Ayo siapa yang berminat?
Saturday, August 16, 2014
Menjadikan tujuan wisata internasional dengan kesabaran dan keikhlasan
Suka atau tidak suka, Badega Gunung Parang kini mulai masuk incaran turis manca negara untuk menghabiskan waktunya berwisata disini.
Mereka kebanyakan datang ke Badega Gunung Parang karena tempatnya yang masih alami dan liar, dengan latar belakang Gunung Parang.
![]() |
Fun and Relax with your family |
![]() |
Every family have own style |
Di awal selalu ditekankan pada para tamu bahwa disini bukan resort atau wisata bintang lima, tetapi hanya kampung biasa yang pelayanannya kampungan. Jadi jika tidak siap atau mengharapkan lebih seperti di resort-resort yang ada, lupakanlah!
Tetapi jika ingin menikmati alam apa adanya tanpa polesan dengan seluruh keliarannya, datanglah dan berpetuanglah kemari.
![]() |
Ready to Go for Climbing |
![]() |
Honey Moon on Badega Gunung Parang, Why Not? |
Dengan kondisi yang apa adanya, tanpa bantuan dari pihak manapun, komunitas warga yang bergabung dalam Badega Gunung Parang, terus bergerak dan tumbuh tanpa mengenal lelah.
Setahap demi setahap,mereka terus membenahi lokasi wisata ini dengan semampunya.
![]() |
Fill out the quality time with family |
![]() |
Just spend the time on Badega Gunung Parang |
Bukannya tidak meminta bantuan ke pihak pemerintah atau swasta untuk dana bantuan pengembangan, namun sejauh ini masih belum ada tanggapan dan masih berkutat dengan janji angin surga berkaitan dengan pengembangan wisata Badega Gunung Parang.
Belum lagi ditambah beragam hasutan dan fitnah, cacian ataupun makian, dari para pengagum gerakan komunitas warga Badega Gunung Parang, yang jika kurang sabar menghadapinya sudah menjadi bibit kehancuran.
Namun hal tersebut tidaklah menyurutkan semangat dan ketabahan mereka dalam membangun lokasi wisata ini setahap demi setahap, semua dilakukan dengan semangat untuk hidup anak cucu yang lebih baik di kampung.
Tidak bisa dipungkiri, Badega Gunung Parang dirintis dan dibangun dengan sebuah mimpi gila, dan diwujudkan dengan keringat dan darah dan mengorbankan yang dicintai untuk memberikan manfaat dan masa depan yang lebih baik bagi warga sekitar gunung Parang.
![]() |
Mimura San visits to Badega Gunung Parang |
![]() |
Catching fish |
Disini ego, individualitas, kesabaran, serta keikhlasan ditekan habis-habisan, yang ada adalah idealisme murni untuk kebersamaan.
Jadi jangan heran, jika dinamisme gerakan komunitas Badega Gunung Parang sangat tinggi, dan bahkan bagi anggota Badega yang tidak kuat akan tersingkir dengan sendirinya karena kekurangan amunisi sifat-sifat di atas.
Dengan kata lain, alam Gunung Parang yang akan menseleksi sendirinya gerakan komunitas Badega Gunung Parang.
Saat ini, mungkin Badega Gunung Parang bukanlah apa-apa, tetapi insyaallah jika seluruh semesta mendukung maka sesuai rencana utama yang telah dibuat maka 3 tahun lagi Badega Gunung Parang sudah menjadi tujuan favorit untuk wisatawan Indonesia dan internasional.
![]() |
Welcome to Badega Gunung Parang |
Manusia berusaha, namun Allah SWT Sang Penguasa Alam Semesat, yang menentukan.
Amin ya Rabb !
Labels:
badega gunung parang,
bali,
climbing,
destination,
Eco,
gunung parang,
indonesia,
Jakarta,
jawa barat,
purwakarta,
Spot,
Tourism,
Tourist,
Travel,
ubud,
west java,
World
Tuesday, August 5, 2014
Catatan Penting Untuk Para Pemanjat Tebing Gunung Parang
Catatan penting untuk para pemanjat tebing yang akan memanjat Gunung Parang dari investigasi kecelakaan panjat tebing yang terjadi hari minggu, 3 Agustus 2014, 19.30 WIB di Tower 2 Gunung Parang kemarin:
(1) Jika ingin menggunakan helm saat memanjat, gunakan helm yang benar dan khusus bukan helm 'ember plastik'. Karena setidaknya akan menyelamatkan kepala dari benturan atau tertimpa batu / benda keras lainnya.
(2) Gunakan sepatu panjat / sepatu olah raga (yang penting layak dan aman) jika turun dari tebing, bukan sandal agar tidak terpeleset dan memudahkan kontrol kaki di tebing.
(3) Cek semua sistem dan prosedur turun tebing yang benar sebelum turun dari tebing, jangan terburu-buru / panik, tetap tenang dan fokus.
tebing, jangan berbagi 'headlamp' jika harus turun dari tebing saat hari sudah gelap / malam hari.
(5) Bawalah bekal / air yang cukup untuk menghindari kelaparan / dehidrasi di atas tebing.
(6) Hormati adat dan kebiasaan di Gunung Parang, Jaga Sikap dan bertindaklah yang sopan dan santun seperti layaknya orang timur.
(7) Akhirnya berdoalah, semoga keselamatan selalu mendampingi kita semua.
Monday, August 4, 2014
Salah seorang pemanjat tebing kecelakaan di Tower 2, Gunung Parang
Salah seorang pemanjat tebing dari salah satu universitas di Jakarta, mengalami kecelakaan di Tower 2, Gunung Parang.
Kecelakaan yang terjadi pada jam 19.30 WIB, Minggu, 3 Agustus 2014, di jalur 240, Tower 2, ini diakibatkan oleh kelalain pemanjat sendiri dalam memasang pengaman pada saat turun tebing dan mengabaikan peraturan yang berlaku selama di Gunung Parang.
Pada saat menerima panggilan evakuasi dari tim Pemanjat, pihak Badega Gunung Parang segera meluncur menuju Tower 2, dan menemukan pihak korban sudah tergeletak di tanah dengan kondisi mengenaskan dan helm pengaman pecah.
Segera setelah korban di evakuasi dari Gunung Parang, pihak Badega Gunung Parang segera membawa korban ke rumah sakit terdekat untuk diberikan penanganan medis.
Bersyukur bahwa korban masih bisa menghirup udara segar, dan sejauh yang diperkirakan mengalami memar tulang belakang.
Dari hasil investigasi sementara yang dilakukan pihak Badega Gunung Parang, diketahui korban tidak mengaitkan pengaman turun dan terlepas dari tali pengaman sehingga jatuh bebas dari ketinggian kurang lebih 50 meter.
Namun ada satu pelajaran yang patut di ambil bagi para pemanjat tebing yang memanjat Gunung Parang untuk tetap mematuhi peraturan ataupun pantangan yang berlaku serta mengikuti petunjuk yang diberikan oleh pihak Badega Gunung Parang.
Karena bagaimanapun kondisi alam Gunung Parang masih cukup liar dan tidak dapat dipandang sebelah mata.
Selain itu karena sifat olah raga panjat tebing sendiri adalah olah raga yang ekstrim yang dapat berakibat kematian.
Kecelakaan yang terjadi pada jam 19.30 WIB, Minggu, 3 Agustus 2014, di jalur 240, Tower 2, ini diakibatkan oleh kelalain pemanjat sendiri dalam memasang pengaman pada saat turun tebing dan mengabaikan peraturan yang berlaku selama di Gunung Parang.
Pada saat menerima panggilan evakuasi dari tim Pemanjat, pihak Badega Gunung Parang segera meluncur menuju Tower 2, dan menemukan pihak korban sudah tergeletak di tanah dengan kondisi mengenaskan dan helm pengaman pecah.
Segera setelah korban di evakuasi dari Gunung Parang, pihak Badega Gunung Parang segera membawa korban ke rumah sakit terdekat untuk diberikan penanganan medis.
Bersyukur bahwa korban masih bisa menghirup udara segar, dan sejauh yang diperkirakan mengalami memar tulang belakang.
Dari hasil investigasi sementara yang dilakukan pihak Badega Gunung Parang, diketahui korban tidak mengaitkan pengaman turun dan terlepas dari tali pengaman sehingga jatuh bebas dari ketinggian kurang lebih 50 meter.
Namun ada satu pelajaran yang patut di ambil bagi para pemanjat tebing yang memanjat Gunung Parang untuk tetap mematuhi peraturan ataupun pantangan yang berlaku serta mengikuti petunjuk yang diberikan oleh pihak Badega Gunung Parang.
Karena bagaimanapun kondisi alam Gunung Parang masih cukup liar dan tidak dapat dipandang sebelah mata.
Selain itu karena sifat olah raga panjat tebing sendiri adalah olah raga yang ekstrim yang dapat berakibat kematian.
Subscribe to:
Posts (Atom)